KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Menciptakan lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan nyaman merupakan bagian dari komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan gotong royong yang diikuti seluruh staf KUA Bunguran Barat di pekarangan kantor pada Rabu (8/7).

Kegiatan diawali dengan pembagian tugas kepada seluruh pegawai. Masing-masing personel bergotong royong membersihkan halaman kantor, merapikan taman, mencabut rumput liar, membersihkan saluran air, serta menata lingkungan sekitar agar tetap asri dan nyaman bagi masyarakat yang datang memperoleh layanan.

Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Seluruh staf bekerja sama menyelesaikan setiap pekerjaan dengan semangat kekeluargaan sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas negara agar tetap terawat dan representatif.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, mengatakan bahwa kebersihan lingkungan kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pegawai, tetapi juga didukung oleh lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, gotong royong juga menjadi media untuk mempererat koordinasi dan kekompakan antarseluruh pegawai. Nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan sederhana tersebut diharapkan dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, ramah, dan profesional.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat hingga seluruh area pekarangan kantor selesai dibersihkan. Melalui budaya gotong royong yang terus dipelihara, KUA Bunguran Barat berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan representatif sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang prima, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.