RANAI (Kemenag Natuna) —

Komitmen menghadirkan pelayanan keagamaan hingga batas terdepan negeri kembali ditegaskan Kementerian Agama. Sebanyak empat Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan dan satu pejabat fungsional di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Natuna resmi dilantik dalam prosesi pelantikan serentak se-Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (20/8/2026).

Pelantikan yang dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kepri, Zoztafia, dari Aula Kanwil di Tanjungpinang ini berlangsung secara hybrid. Dari Aula Lantai 2 Kantor Kemenag Natuna di Ranai, prosesi diikuti secara khidmat melalui sambungan virtual oleh Rahmani,(Kepala KUA Kecamatan Pulau Tiga), Roky Prawira (Kepala KUA Kecamatan Bunguran Timur Laut), serta Dewi Sartika (Pranata Keuangan APBN Penyelia).

Dua pejabat KUA Natuna lainnya yang turut dilantik dalam pengukuhan 16 Kepala KUA se-Kepri tersebut yakni Mokhammad Syaifuddin Zuhri, sebagai Kepala KUA Kecamatan Serasan Timur dan Tangguh Damar Ramadhan, sebagai Kepala KUA Kecamatan Subi.

Dalam amanatnya, Zoztafia menekankan bahwa penempatan tugas di wilayah kepulauan perbatasan yang berjarak tempuh belasan jam dari pusat kota bukan sekadar pergeseran birokrasi, melainkan wujud nyata Kemenag yang hadir dan berdampak langsung bagi masyarakat.

"Masyarakat di sana sangat membutuhkan kegiatan keagamaan. Jangan sampai sudah jauh dari keramaian, juga jauh dari masyarakat. Jadilah Kepala KUA yang dicintai masyarakat," pesan Zoztafia.

Ia mengingatkan bahwa peran Kepala KUA melampaui urusan pencatatan nikah semata. Untuk menjawab ekspektasi publik di wilayah kepulauan, ia menitipkan dua bekal utama: kesiapan rohani dan penguatan kompetensi.

"Siapkan rohani. Bawa keluarga ke tempat tugas agar tenang dan menyatu penuh dengan warga lokal. Kedua, siapkan kompetensi. Pastikan pelayanan keagamaan, seperti kepastian hukum waris dan pernikahan berjalan profesional serta memberikan jawaban pasti atas kebutuhan umat," tegasnya.

Zoztafia juga mengibaratkan rotasi dan promosi jabatan layaknya air yang harus terus mengalir agar tetap jernih dan segar dalam merespons dinamika umat. Pengisian jabatan ini diharapkan memperkokoh tata kelola keagamaan, menjamin kepastian hukum keluarga, serta menghadirkan rasa aman dan kedekatan emosional antara Kemenag dan masyarakat di pulau-pulau perbatasan Natuna. (Tim Humas)