KUA Bunguran Tengah (HUMAS) – Komitmen menguatkan literasi bernuansa religi ditunjukkan Staf KUA Bunguran Tengah dengan menghadiri Penilaian Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Perpustakaan Desa “Rona Niscala”, Desa Air Lengit, Senin (15/6/2026). 

Perpustakaan Rona Niscala menjadi wakil Kabupaten Natuna dalam ajang tingkat provinsi tahun ini. Sejak pagi, halaman perpustakaan yang bercat biru cerah dipenuhi tamu undangan. Tim penilai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri tiba dan disambut Camat Bunguran Tengah, Kepala Desa Air Lengit, dan pengelola perpustakaan. 

- Penyambutan Hangat: Tampak keakraban tim penilai yang mengenakan batik saat bersalaman dengan siswa-siswi SD berseragam putih-merah. Para siswa turut berbaris menyambut kedatangan tamu di depan Perpustakaan Desa.

- Hadrah Pembuka: Acara dibuka dengan penampilan grup hadrah MTS Baburahma Desa Air Lengit di teras Perpustakaan Rona Niscala. Anak-anak berpakaian biru muda melantunkan salawat diiringi rebana dan gendang, tepat di depan para Tamu undangan.

- Antusias Warga: Puluhan tamu undangan dan masyarakat mengikuti pembukaan di bawah tenda biru-kuning yang didirikan di halaman perpustakaan. Langit cerah Natuna menambah semarak jalannya kegiatan. 

- Pernyataan KUA: Perwakilan staf KUA Bunguran Tengah Ahmad Solehan menegaskan peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan pembinaan akhlak. “KUA hadir untuk menguatkan literasi yang bernuansa religi. Rona Niscala sudah membuktikan itu lewat program mengaji, hadrah, dan kelas moderasi beragama. Ini benteng moral generasi perbatasan,” tegasnya. 

- Sinergi Pemdes & KUA: Kepala Desa Air Lengit Kuswanto menyebut sinergi dengan KUA jadi kunci. “Kami tidak ingin perpustakaan hanya jadi tempat simpan buku. Bersama KUA, Rona Niscala kami jadikan rumah kedua anak-anak belajar ilmu dunia dan akhirat.” jelasnya. 

Tim penilai kemudian melakukan verifikasi lapangan. Aspek yang dinilai meliputi koleksi buku, administrasi, sarana prasarana, inovasi layanan, dan program unggulan yang memadukan literasi dengan nilai keagamaan serta kearifan lokal.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Kehadiran Staf KUA Bunguran Tengah menjadi penegas bahwa penguatan literasi di Bunguran Tengah berjalan seiring dengan penanaman nilai-nilai keislaman.