KUA SUBI (HUMAS) --- KUA Kecamatan Subi menggelar kegiatan penyampaian maksud dan tujuan pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah/2026 kepada para penerima manfaat di Aula KUA Kecamatan Subi, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut disampaikan oleh Mursidi yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KUA Kecamatan Subi sebagai bentuk penguatan pemahaman terhadap makna dan tujuan program sebelum penyaluran santunan.

Dalam kesempatan tersebut, Mursidi menjelaskan bahwa peringatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada anak yatim serta penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian bersama. Ia berharap santunan yang diberikan dapat membawa kebahagiaan sekaligus mempererat ukhuwah antara masyarakat, lembaga, dan para penerima manfaat.

Mursidi juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 832 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas. Melalui kebijakan tersebut, seluruh satuan kerja Kementerian Agama didorong untuk menghadirkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, melalui semangat gotong royong dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh penerima manfaat untuk senantiasa bersyukur dan mendoakan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, santunan yang diberikan merupakan amanah dari para muzaki, munfik, dan donatur yang telah mempercayakan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada mereka yang berhak menerima.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas di Kecamatan Subi. Melalui sinergi antara Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA Kecamatan Subi dan UPZ PGRI Kecamatan Subi, diharapkan program ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat, tetapi juga memperkuat budaya kepedulian sosial serta semangat berbagi di tengah masyarakat.