KUA SUBI (HUMAS) --- Penghulu KUA Kecamatan Subi, Tangguh Damar Ramadhan, mengisi kegiatan Sharing Session bersama pegawai BRK Syariah Subi di Banking Hall pada Jumat pagi (26/6/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut mengangkat tema "Bekerja dengan Hati: Mengubah Rutinitas Menjadi Amal Jariyah", sebagai penguatan spiritual bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Tangguh menekankan bahwa pekerjaan tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai tuntutan, rutinitas, ataupun kewajiban administratif. Lebih dari itu, setiap aktivitas pekerjaan merupakan bagian dari ibadah apabila dilandasi dengan niat yang ikhlas, dilaksanakan secara profesional, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, setiap pelayanan yang diberikan kepada nasabah dapat bernilai pahala apabila diniatkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

Ia juga mengajak seluruh pegawai BRK Syariah Subi untuk menyadari bahwa bekerja di lembaga keuangan syariah merupakan bagian dari jalan dakwah melalui sektor ekonomi Islam. Pelayanan yang jujur, amanah, ramah, serta berorientasi pada prinsip-prinsip syariah bukan hanya membangun kepercayaan masyarakat, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mengembangkan sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, setiap transaksi yang difasilitasi secara benar dapat menjadi peluang mengalirnya amal jariyah karena menghadirkan kemaslahatan bagi banyak orang.

Lebih lanjut, Tangguh menyampaikan bahwa keberhasilan seorang pegawai tidak hanya diukur dari capaian target kerja, tetapi juga dari keberkahan yang menyertai setiap usaha. Ia mengingatkan agar setiap pegawai menjaga integritas, menghindari praktik yang bertentangan dengan syariat, serta senantiasa menghadirkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pelayanan terbaik dalam setiap amanah yang diemban.

Kegiatan Sharing Session tersebut mendapat sambutan positif dari para pegawai BRK Syariah Subi. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh semangat baru bahwa setiap profesi memiliki peluang menjadi ladang ibadah dan amal jariyah apabila dijalankan dengan hati, niat yang lurus, serta komitmen untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dengan demikian, pekerjaan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memberikan keberkahan bagi kehidupan dunia dan akhirat.