KUA BUNGURAN TENGAH (HUMAS) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah mengambil langkah strategis dengan memetakan potensi ekonomi lokal milik warga mualaf. Agenda pemetaan ini dilakukan secara terpadu melalui peninjauan lapangan langsung ke rumah-rumah warga di wilayah Kecamatan Bunguran Tengah pada Kamis, 10 September 2026
Langkah ini ditujukan untuk merancang program pemberdayaan yang tepat guna menaikkan taraf pendapatan keluarga mualaf setempat. Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, menerangkan bahwa pengumpulan data ekonomi mualaf ini tidak hanya melihat sisi kuantitas, tetapi mendalami sektor usaha riil yang berpotensi dikembangkan. Profiling data yang akurat ini dinilai menjadi kunci utama agar program bantuan atau pelatihan kerja nantinya berjalan efektif dan adaptif dengan potensi wilayah.
"Kami turun langsung ke lapangan untuk memetakan potensi ekonomi yang ada pada setiap keluarga mualaf. Dengan mengetahui komoditas atau keterampilan usaha mikro yang mereka miliki, kami dapat menyusun peta jalan (roadmap) pemberdayaan ekonomi yang terukur guna mendongkrak pendapatan bulanan mereka secara nyata," ujar Erial Lismana.
Dalam proses verifikasi tersebut, staf KUA mengidentifikasi berbagai peluang sektor usaha yang digeluti warga, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga industri rumah tangga (UMKM). Data klasifikasi potensi ini selanjutnya direkapitulasi secara berkala ke dalam pangkalan data instansi.
Pihak KUA Bunguran Tengah merencanakan hasil pemetaan potensi ini sebagai bahan rujukan utama untuk bersinergi dengan instansi eksternal, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Natuna dan dinas terkait. Melalui integrasi data potensi ekonomi yang valid, penyaluran bantuan modal kemandirian ke depan diharapkan tidak lagi bersifat konsumtif, melainkan produktif untuk mewujudkan mualaf yang mandiri secara finansial.