KUA Bunguran Tengah (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah mengambil langkah strategis dalam menjaga harmonisasi dan kondusivitas wilayah. Upaya ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, dengan memperkuat sistem deteksi dini melalui optimalisasi implementasi Early Warning System (EWS) guna mencegah potensi konflik sosial berdimensi keagamaan bertempat di Aula Kantor Camat Bunguran Tengah pada Selasa, 3 November 2026.

Langkah progresif ini ditempatkan sebagai pilar utama dalam memetakan, mengidentifikasi, serta memitigasi setiap riak atau potensi gesekan sosial di tengah masyarakat secara cepat, tepat, dan terukur sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dalam penerapannya, Erial Lismana memaksimalkan peran penyuluh agama sebagai ujung tombak di lapangan. Para penyuluh dibekali kemampuan literasi konflik dan pemanfaatan sistem pelaporan digital terpadu guna memastikan setiap dinamika sosial keagamaan dapat terpantau secara real-time.

Penguatan EWS ini juga mengedepankan sinergisitas lintas sektoral dengan melibatkan unsur Pemerintah Kecamatan, TNI, Polri, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi ini dirancang untuk membangun ruang komunikasi yang inklusif sekaligus mempersempit ruang gerak penyebaran paham radikal, intoleransi, maupun isu hoaks yang dapat memecah belah persatuan.

Melalui penerapan EWS yang konsisten dan terintegrasi, Erial Lismana bersama jajaran KUA Bunguran Tengah berkomitmen untuk terus merawat kerukunan umat beragama dan memastikan stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Natuna tetap terjaga dengan aman dan damai.