KUA Bunguran Tengah (HUMAS)— Intervensi pencegahan stunting dari hulu menjadi prioritas utama dalam program bimbingan pranikah di Kecamatan Bunguran Tengah. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah mengintegrasikan edukasi kesehatan secara mendalam bagi para calon pengantin (catin) melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah KUA, pada Senin (31/8/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap pasangan baru memiliki pemahaman yang matang mengenai kesehatan reproduksi dan gizi sebelum memasuki jenjang pernikahan, demi memutus rantai stunting di tingkat keluarga.
Hadir sebagai narasumber utama dalam sesi kesehatan, Bidan Muslikah dari Puskesmas Bunguran Tengah. Dalam pemaparannya, ia mengupas tuntas kaitan erat antara kondisi kesehatan calon ibu dan bapak terhadap tumbuh kembang anak di masa depan. Kesiapan fisik, pemenuhan gizi yang optimal, dan deteksi dini anemia menjadi poin krusial yang harus diperhatikan sejak sebelum ijab kabul.
"Pencegahan stunting harus dimulai sebelum kehamilan, yaitu dari masa pranikah. Calon pengantin wajib memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mengonsumsi gizi seimbang, dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Hal ini penting agar saat hamil nanti, ibu dalam kondisi prima sehingga janin tumbuh dengan sehat dan terhindar dari stunting," tegas Bidan Muslikah di hadapan para jemaah catin.
Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor bersama Puskesmas Bunguran Tengah ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun ketahanan keluarga dari sisi kesehatan. Keluarga yang sehat dinilai menjadi fondasi utama untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah.
Melalui pembekalan yang menitikberatkan pada aspek kesehatan ini, KUA dan Puskesmas Bunguran Tengah berharap pasangan calon pengantin dapat melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas di wilayah Kabupaten Natuna.