KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Pendampingan kesehatan lansia tidak hanya membutuhkan perhatian terhadap kondisi jasmani, tetapi juga ketenangan batin dan penguatan spiritual. Melalui kegiatan Klub Prolanis, KUA Kecamatan Bunguran Barat turut mengambil peran dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada para lansia melalui materi “Terapi Ibadah dan Spiritualitas Lansia” yang digelar Selasa (8/9).
Kegiatan tersebut diikuti para peserta Prolanis dan dihadiri staf Puskesmas Sedanau. Kepala KUA Bunguran Barat hadir sebagai pengisi materi dengan memberikan penguatan keagamaan yang diarahkan pada bagaimana ibadah dan spiritualitas dapat menjadi bagian dari kehidupan lansia dalam menjalani masa tua dengan lebih tenang dan bermakna.
Dalam penyampaiannya, Kepala KUA Bunguran Barat menekankan bahwa bertambahnya usia bukan menjadi alasan untuk mengurangi kedekatan kepada Allah SWT. Sebaliknya, masa lansia dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan menjaga ketenangan hati.
“Terapi ibadah bagi lansia bukan hanya tentang menjalankan kewajiban, tetapi juga bagaimana ibadah dapat menghadirkan ketenangan hati. Dengan memperbanyak dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan menjaga shalat, kita dapat terus membangun kedekatan dengan Allah SWT di setiap fase kehidupan,” ujar Kepala KUA Bunguran Barat.
Ia juga mengajak para peserta untuk menjalankan ibadah sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menurutnya, Islam memberikan kemudahan bagi umat dalam beribadah, termasuk bagi mereka yang telah lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik.
“Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Karena itu, jangan merasa bahwa keterbatasan usia menjadi penghalang untuk beribadah. Yang terpenting adalah tetap berusaha istiqamah, berdoa, berdzikir, dan menjaga hubungan dengan Allah sesuai kemampuan kita,” lanjutnya.
Pembinaan tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi peserta Prolanis, tidak hanya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga dalam membangun ketenangan batin, rasa syukur, serta optimisme dalam menjalani kehidupan. Penguatan spiritual menjadi bagian penting agar para lansia dapat menjalani masa tua dengan tetap merasa memiliki peran, tujuan, dan kedekatan dengan lingkungan sosial maupun keagamaan.
Keterlibatan KUA Bunguran Barat dalam kegiatan Klub Prolanis juga menjadi bentuk sinergi lintas sektor bersama Puskesmas Sedanau. Kolaborasi tersebut memperluas pendekatan pembinaan lansia dengan menggabungkan perhatian terhadap kesehatan jasmani dan kebutuhan spiritual masyarakat.
Bagi KUA Bunguran Barat, pembinaan umat tidak terbatas pada kegiatan keagamaan di masjid atau majelis taklim, tetapi juga dapat dilakukan melalui ruang-ruang pelayanan masyarakat lainnya. Kehadiran KUA dalam kegiatan Prolanis menjadi bentuk pelayanan keagamaan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok lansia.
Melalui pembinaan yang terintegrasi antara kesehatan dan spiritualitas, para peserta diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan kekuatan rohani. Semangat tersebut sejalan dengan pesan kegiatan: “Sehat Jasmani, Kuat Rohani, Menuju Lansia Bahagia.”
KUA Bunguran Barat berharap sinergi bersama Puskesmas Sedanau dapat terus dikembangkan melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai kelompok masyarakat. Dengan demikian, pelayanan KUA dapat terus hadir secara nyata dalam mendukung masyarakat yang sehat, religius, dan memiliki ketahanan spiritual.