KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Upaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat terus dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat melalui pembinaan keagamaan yang berkesinambungan. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Kajian Subuh di Masjid Az-Zikro, Kelurahan Sedanau, pada Jumat (10/7), yang mengangkat tema "Taubat" berdasarkan kitab Sair al-Sālikīn.

Kegiatan yang dilaksanakan usai salat Subuh berjamaah tersebut diikuti oleh jamaah Masjid Az-Zikro, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kajian disampaikan oleh Ustaz Harjono, staf KUA Bunguran Barat, sebagai bagian dari program pembinaan dan penguatan pemahaman keagamaan yang terus digalakkan oleh KUA di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya, Ustaz Harjono menjelaskan bahwa taubat bukan sekadar mengucapkan istigfar, tetapi merupakan proses kembali kepada Allah SWT dengan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, menyesali perbuatan yang telah dilakukan, serta bertekad untuk tidak mengulanginya.

Mengacu pada kitab Sair al-Sālikīn, ia menjelaskan bahwa maksiat terbagi menjadi dua, yakni maksiat lahir (zahir) dan maksiat batin. Maksiat lahir meliputi dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh, seperti berbohong, menggunjing, memandang sesuatu yang diharamkan, mencuri, memakan harta haram, hingga perbuatan zina. Sementara itu, maksiat batin mencakup penyakit hati seperti riya, ujub, sombong, hasad, dengki, dan buruk sangka yang juga harus dibersihkan melalui taubat yang sungguh-sungguh.

"Taubat yang diterima Allah bukan hanya meninggalkan dosa yang tampak, tetapi juga membersihkan hati dari sifat-sifat tercela. Orang yang benar-benar bertaubat adalah mereka yang menyesali kesalahannya, berhenti dari kemaksiatan, bertekad tidak mengulanginya, serta memperbanyak istigfar dan amal saleh," jelas Harjono.

Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW, "Setiap anak Adam pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat." (HR. At-Tirmidzi). Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi setiap hamba yang ingin memperbaiki diri.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa kajian keagamaan yang dilaksanakan secara rutin merupakan bagian dari komitmen KUA dalam meningkatkan kualitas pembinaan umat di wilayah Kecamatan Bunguran Barat.

"KUA memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui kajian seperti ini, kami berharap pemahaman keislaman masyarakat semakin kuat, akhlak semakin baik, dan semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara KUA dan pengurus masjid menjadi modal penting dalam membangun tradisi keilmuan Islam yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Kajian Subuh diharapkan tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian serta memanfaatkan sesi diskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai hakikat taubat dalam kehidupan seorang muslim. Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, KUA Bunguran Barat terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan dan pembinaan umat, sekaligus menghadirkan majelis ilmu yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.