KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Pembinaan kepada muallaf terus menjadi bagian dari perhatian Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Barat dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Upaya tersebut kembali dilakukan melalui kegiatan pembinaan muallaf pada Selasa (11/8/2026) ba’da Maghrib, yang dilaksanakan di kediaman Moh. Hendri.

Kegiatan dihadiri oleh Moh. Hendri bersama istri serta pegawai KUA Bunguran Barat. Pembinaan disampaikan oleh Harjono dan Aris Munandar dengan mengangkat materi tentang Rukun Islam sebagai fondasi utama kehidupan seorang muslim.

Dalam penyampaiannya, Harjono menjelaskan bahwa Rukun Islam bukan sekadar materi dasar yang perlu diketahui, tetapi menjadi pedoman yang harus perlahan-lahan diwujudkan dalam kehidupan seorang muslim.

“Rukun Islam ini jangan hanya kita pahami sebagai lima perkara yang harus dihafal. Yang lebih penting adalah bagaimana kita belajar menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi saudara kita yang baru memeluk Islam, tidak perlu merasa harus langsung sempurna. Yang terpenting adalah terus belajar, memahami, dan berusaha mengamalkannya sedikit demi sedikit dengan sungguh-sungguh,” jelas Harjono.

Ia juga menekankan bahwa proses menjadi muslim merupakan perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan pendampingan. Pemahaman tentang syahadat, salat, zakat, puasa Ramadan, dan haji bagi yang mampu perlu dibangun secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Menurut Harjono, pembinaan muallaf juga bukan hanya berkaitan dengan aspek pengetahuan agama, tetapi bagaimana seseorang mendapatkan lingkungan yang mendukung proses belajarnya.

“Muallaf membutuhkan teman untuk belajar dan tempat untuk bertanya. Karena itu, kita ingin KUA hadir bukan hanya ketika ada urusan administrasi, tetapi juga ketika saudara-saudara kita membutuhkan pendampingan dalam memahami Islam,” tambahnya.

Sementara itu, Moh. Hendri menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang diberikan KUA Bunguran Barat. Menurutnya, pembinaan secara langsung di kediaman membuat proses belajar agama terasa lebih dekat dan tidak kaku.

“Saya bersyukur KUA mau datang dan memberikan pembinaan seperti ini. Bagi saya, banyak hal dalam Islam yang masih ingin saya pelajari. Dengan adanya pembinaan seperti ini, saya merasa lebih mudah untuk bertanya dan memahami apa yang harus saya lakukan dalam menjalankan kehidupan sebagai seorang muslim,” ujar Hendri.

Ia berharap pembinaan dapat terus dilakukan sehingga dirinya dan keluarga dapat semakin memahami ajaran Islam serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap bisa terus belajar. Tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami kenapa kita harus melakukannya. Semoga ke depan saya bisa menjadi muslim yang lebih baik dan bisa menjalankan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Pembinaan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dialogis. Kehadiran KUA secara langsung di kediaman muallaf menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Dengan pendekatan tersebut, muallaf diharapkan memiliki ruang yang nyaman untuk belajar, bertanya, dan memperdalam pemahaman keislaman sesuai dengan kebutuhannya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian KUA Bunguran Barat dalam menjalankan fungsi pembinaan umat, khususnya kepada saudara-saudara muallaf yang berada di wilayah kerjanya. Pendampingan tidak berhenti pada pengenalan ajaran dasar Islam, tetapi diharapkan dapat berkembang menuju penguatan keimanan, ibadah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, KUA Bunguran Barat berkomitmen untuk terus mencari pendekatan yang relevan dan humanis dalam mendampingi muallaf. Bagi KUA Bunguran Barat, pembinaan muallaf merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga hadir secara langsung untuk menemani masyarakat dalam proses memahami dan mengamalkan ajaran agama.