KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Barat mewakili Kepala KUA menghadiri kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas Sedanau Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Puskesmas Sedanau pada Rabu (5/8). Kehadiran KUA menjadi bagian dari komitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di Kecamatan Bunguran Barat.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Puskesmas Sedanau, Fahrudin, serta dihadiri oleh Camat Bunguran Barat, unsur Forkopimcam, Kepala Puskesmas Sedanau, Lurah Sedanau, para kader Posyandu, kepala sekolah, serta perwakilan berbagai instansi dan lembaga di wilayah Kelurahan Sedanau.

Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan evaluasi pelaksanaan program kesehatan selama Semester I Tahun 2026. Sebagian besar indikator program telah mencapai target yang ditetapkan, menunjukkan adanya peningkatan kinerja pelayanan kesehatan melalui dukungan berbagai pihak.

Selain evaluasi program, dipaparkan pula data tiga penyakit dengan jumlah kunjungan terbanyak selama periode Januari hingga Juni 2026, yaitu hipertensi, kolesterol, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah promotif dan preventif agar masyarakat semakin peduli terhadap pola hidup sehat dan upaya pencegahan penyakit.

Pada kesempatan yang sama, Puskesmas Sedanau juga menyosialisasikan Program Cek Kesehatan Gratis kepada masyarakat sebagai salah satu upaya meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Barat, Putri, menyampaikan bahwa kesehatan merupakan bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Oleh karena itu, KUA siap mendukung berbagai program pemerintah melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam pembinaan keluarga dan kehidupan beragama.

"Masyarakat yang sehat akan lebih mudah menjalankan aktivitas, beribadah, dan membangun keluarga yang berkualitas. Karena itu, sinergi antara KUA, Puskesmas, pemerintah kecamatan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam Lokakarya Mini ini, KUA Bunguran Barat menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai sektor dalam mendukung pembangunan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin terpadu, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam mendukung terwujudnya masyarakat Bunguran Barat yang sehat, produktif, dan sejahtera.