KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Menjelang terjadinya fenomena Rashidul Kiblat (Istiwa' A'zam), Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat menggelar sosialisasi sekaligus simulasi pengukuran arah kiblat di halaman Kantor KUA Bunguran Barat, Rabu (15/7), usai pelaksanaan gotong royong pagi.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala KUA Bunguran Barat dan diikuti seluruh staf sebagai bagian dari penguatan kapasitas aparatur dalam memberikan pelayanan pengukuran arah kiblat kepada masyarakat. Melalui simulasi ini, peserta mempelajari kembali tahapan pengukuran menggunakan metode Rashidul Kiblat yang memanfaatkan posisi Matahari ketika berada tepat di atas Ka'bah.

Dalam sesi sosialisasi dijelaskan bahwa fenomena Rashidul Kiblat merupakan salah satu metode ilmiah yang memiliki tingkat akurasi tinggi untuk memverifikasi arah kiblat. Pada tahun ini, fenomena tersebut terjadi pada Rabu dan Kamis pukul 16.26 WIB, saat bayangan benda yang terkena sinar Matahari akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan kiblat.

Selain membahas aspek teknis pengukuran, kegiatan juga menjadi sarana penyegaran pemahaman ilmu falak bagi seluruh aparatur KUA agar mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KUA dalam menghadirkan layanan keagamaan yang profesional dan berbasis keilmuan.

"Fenomena Rashidul Kiblat merupakan kesempatan yang sangat baik untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara sederhana, namun memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Karena itu, KUA perlu terus meningkatkan kapasitas aparatur agar mampu memberikan pelayanan, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat terkait penentuan arah kiblat sesuai kaidah ilmu falak," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sosialisasi dan simulasi ini juga menjadi bentuk kesiapan KUA sebelum pelaksanaan pengamatan Rashidul Kiblat pada sore hari. Dengan pemahaman yang baik terhadap metode pengukuran, diharapkan pelayanan konsultasi arah kiblat kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih optimal.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Bunguran Barat terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan dan pembinaan keagamaan di tingkat kecamatan. Selain memberikan pelayanan administrasi, KUA juga berkomitmen menghadirkan edukasi keagamaan yang memadukan nilai-nilai syariat dengan pendekatan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.