KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat terus memperkuat perannya dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dilaksanakan di MAN 2 Natuna, Kamis (16/7). Mengusung tema "Smart Digital and Zero Bullying dalam Mewujudkan MAN 2 Natuna yang Aman, Nyaman, dan Diminati", kegiatan ini menjadi upaya membentuk karakter peserta didik yang cerdas, berakhlak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan era digital.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala MAN 2 Natuna, Qomaria , seluruh peserta didik baru MAN 2 Natuna, serta menghadirkan Harjono, staf KUA Bunguran Barat, sebagai narasumber.

Melalui program BRUS, KUA Bunguran Barat memberikan pembinaan kepada siswa baru mengenai pentingnya menggunakan media digital secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, baik fisik, verbal, psikis, maupun digital (cyberbullying), beserta dampak yang ditimbulkan terhadap perkembangan mental dan sosial remaja.

Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, penyampaian contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja, serta ajakan kepada seluruh peserta untuk bersama-sama membangun budaya Zero Bullying di lingkungan madrasah. Para siswa juga diajak memahami bahwa setiap bentuk komunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, harus dilandasi nilai-nilai akhlak mulia dan saling menghormati.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa pembinaan kepada remaja merupakan bagian penting dari tugas KUA dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

"Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, mereka harus dibekali bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga karakter yang kuat. Literasi digital yang baik dan budaya saling menghormati akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, serta mampu menggunakan teknologi sebagai sarana menyebarkan manfaat, bukan kebencian," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai Islam mengajarkan pentingnya menjaga lisan, menghormati sesama, dan menjauhi segala bentuk tindakan yang dapat menyakiti orang lain, baik secara langsung maupun melalui media digital. Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta menyatakan komitmennya untuk menjadi pelajar yang bijak dalam bermedia digital dan menolak segala bentuk perundungan di lingkungan madrasah.

Melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah, KUA Bunguran Barat terus berkomitmen mendukung penguatan karakter generasi muda melalui pembinaan keagamaan yang relevan dengan tantangan zaman. Sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, berintegritas, serta memiliki akhlakul karimah sebagai bekal menghadapi masa depan.