KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Khataman Al-Qur’an dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid An-Nur Sedanau menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (5/9) tersebut turut mendapat dukungan KUA Bunguran Barat melalui kehadiran staf serta keterlibatan sejumlah staf KUA sebagai panitia kegiatan.
Kegiatan khataman tersebut dihadiri Camat Bunguran Barat, jajaran Forkopimcam, Lurah Sedanau, Ketua PHBI, Ketua LAM, para tokoh agama, kepala instansi, peserta khatam Al-Qur’an, serta siswa-siswi yang hadir di Masjid An-Nur Sedanau.
Pelaksanaan khataman menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan sebagai ruang untuk memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat. Selain menjadi bentuk syukur dan penghormatan terhadap Al-Qur’an, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk membangun kedekatan dengan Al-Qur’an sejak dini.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti khataman Al-Qur’an memiliki dampak penting dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, tetapi perlu dijadikan pedoman dalam membentuk sikap dan perilaku sehari-hari.
“Al-Qur’an harus kita hadirkan bukan hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi sebagai pedoman hidup yang membentuk karakter anak-anak dan generasi muda. Ketika mereka dekat dengan Al-Qur’an, kita berharap tumbuh pribadi yang memiliki iman, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Dela Pulda.
Ia menambahkan, momentum Maulid Nabi menjadi semakin bermakna ketika kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan dengan mengikuti ajaran yang beliau bawa, salah satunya dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus tercermin dalam kehidupan kita. Salah satunya dengan mencintai Al-Qur’an, mempelajarinya, mengamalkannya, dan menjadikannya sebagai cahaya serta pedoman dalam menjalani kehidupan,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, staf KUA Bunguran Barat hadir sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Salah seorang staf juga turut mengambil peran sebagai panitia, sehingga KUA tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi ikut mendukung penyelenggaraan kegiatan agar berjalan dengan baik.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari peran KUA Bunguran Barat dalam memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat. KUA terus mendorong kegiatan yang dapat meningkatkan literasi dan pengamalan keagamaan, termasuk melalui sinergi dengan PHBI, pengurus masjid, tokoh agama, lembaga masyarakat, dan unsur pemerintahan.
Khataman Al-Qur’an juga memberikan dampak positif bagi peserta, khususnya anak-anak dan siswa yang terlibat. Mereka mendapatkan pengalaman keagamaan sekaligus motivasi untuk terus membaca, mempelajari, dan berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
KUA Bunguran Barat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan umat di wilayah Bunguran Barat. Dengan melibatkan keluarga, sekolah, masjid, tokoh agama, dan lembaga pemerintah, kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Maulid, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, KUA Bunguran Barat turut mengambil bagian dalam membangun generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman untuk membentuk pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.