MIS Darul Ulum (HUMAS) - Ranai, 13 Mei 2026, Keluarga besar MIS Darul Ulum kembali menunjukkan kepedulian dan rasa kebersamaan antar sesama warga madrasah. Setelah beberapa hari lalu menyerahkan bantuan kepada Evan, siswa kelas 3B yang tengah berduka karena ditinggal sang ibu tercinta, kini duka kembali menyelimuti keluarga besar madrasah tersebut.
Kabar duka datang dari dua orang siswa, yakni Naufal Baswedan siswa kelas 3A dan Safa siswa kelas 1A, yang kehilangan ayah kandung mereka pada Minggu, 10 Mei 2026 di Semarang. Almarhum diketahui sedang berada di Semarang untuk mengurus pekerjaan. Namun takdir berkata lain, di tengah aktivitasnya tersebut almarhum dipanggil Allah SWT untuk selama-lamanya.
Berita meninggalnya ayahanda Naufal dan Safa tentu membawa kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh warga madrasah. Para guru, siswa, serta orang tua murid turut merasakan duka atas musibah yang menimpa kedua siswa tersebut.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial, keluarga besar MIS Darul Ulum kembali menggalang bantuan dari para siswa. Bantuan yang dikumpulkan berupa beras dari masing-masing kelas. Dalam waktu singkat, terkumpul kurang lebih 150 kilogram beras yang kemudian diserahkan langsung kepada keluarga yang berduka.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan pada Rabu, 13 Mei 2026 oleh Kepala Madrasah, Siti Asmah, Dalam kesempatan itu beliau menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya ayahanda dari Naufal Baswedan dan Safa.
“Kami keluarga besar MIS Darul Ulum turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ayahanda dari ananda Naufal dan Safa. Semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar beliau.
Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan berbagi dan membantu sesama merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan kepada seluruh siswa di madrasah. Menurutnya, rasa peduli, empati, dan saling membantu harus dibiasakan sejak usia dini agar tumbuh menjadi karakter mulia dalam diri peserta didik.
Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan positif dari para guru dan wali murid. Mereka menilai bahwa langkah yang dilakukan pihak madrasah bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka.
Para siswa pun tampak antusias dalam memberikan bantuan. Meskipun bantuan yang diberikan sederhana, namun hal tersebut menjadi bukti bahwa rasa persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan madrasah tetap terjaga dengan baik. Sikap gotong royong dan saling membantu yang ditunjukkan para siswa menjadi pelajaran berharga tentang arti kepedulian terhadap sesama.
Dengan adanya kegiatan ini, MIS Darul Ulum berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial kepada seluruh peserta didik. Di tengah duka yang dialami keluarga Naufal dan Safa, kehadiran keluarga besar madrasah diharapkan dapat menjadi penguat dan penghibur bagi mereka.(zul)