KUA Bunguran Timur (Humas) – Konsistensi
dalam membumikan literasi Al-Qur'an dan menjaga kualitas ibadah umat di tingkat
akar rumput terus menjadi prioritas utama bagi jajaran dinas keagamaan.
Sepanjang akhir pekan, tepatnya pada Sabtu dan Minggu (11–12/07/2026), Kantor
Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur memfasilitasi pelaksanaan agenda
Pengajian Rutin Al-Husna yang difokuskan pada kelas bimbingan tahsin Al-Qur'an
secara intensif.
Kegiatan pembelajaran keagamaan yang berlangsung
semi-privat ini dilaksanakan mulai pukul 09.30 sampai dengan 12.30 WIB di
setiap pertemuannya. Guna memastikan akurasi dan mutu pengajaran, kelas tahsin
tersebut dibimbing dan diasuh langsung oleh guru tahsin berpengalaman yang juga
merupakan Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Bunguran Timur, Ustadzah Hj.
Kholijah Manurung.
Dalam substansi dakwah dan materi pembelajarannya, Kholijah Manurung membedah secara mendalam kaidah-kaidah dasar tahsinul qira'ah demi menyempurnakan pelafalan ayat-ayat suci Al-Qur'an agar terhindar dari kesalahan fatal (lahnun jali). Secara telaten, ia menuntun para jemaah kaum ibu satu per satu dalam mempraktikkan ketepatan tempat keluarnya huruf (makhorijul huruf), penjangkaan hukum mad (panjang pendek bacaan), serta konsistensi ketukan sifat huruf seperti ghunnah (dengung). Bimbingan ini ditekankan sebagai bagian dari ikhtiar mutlak umat Islam untuk merawat kemurnian kitab suci sekaligus meningkatkan kualitas keabsahan ibadah salat sehari-hari melalui bacaan surat yang fasih dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid.
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur,
Asnawi, menyampaikan rasa bangga serta apresiasi yang tinggi atas antusiasme
jemaah dan loyalitas petugas penyuluh yang rela meluangkan waktu di hari libur.
"Kami sangat mengapresiasi kegigihan
Ustadzah Hj. Kholijah Manurung beserta seluruh jemaah Pengajian Al-Husna yang
memanfaatkan momentum akhir pekan secara produktif untuk memperdalam ilmu
tahsin. Mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan benar adalah kewajiban
teologis yang bernilai pahala besar. KUA Bunguran Timur berkomitmen untuk
selalu hadir mengawal ruang-ruang edukasi seperti ini agar kesadaran literasi
Al-Qur'an yang fasih dan tartil dapat terus mengakar kuat di tengah masyarakat
Natuna," tegas Asnawi.
Rangkaian kelas intensif selama dua hari tersebut
berjalan dengan penuh khidmat dan ditutup dengan sesi evaluasi mandiri (talaqqi),
di mana para jemaah dibekali materi tugas mandiri untuk dilatih kembali di
rumah masing-masing menjelang pertemuan berikutnya.