KUA Bunguran Utara (Humas) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Utara kembali meluncurkan inovasi program sosial bertajuk SEBAKUL (Sedekah Beras Sekilo Sebulan). Program yang menyasar pegawai lintas instansi dan perangkat desa ini bertujuan untuk memupuk semangat berbagi sekaligus memberikan apresiasi nyata kepada para pejuang keagamaan di akar rumput.
Gagasan ini disambut antusias oleh masyarakat dan jajaran aparatur di Bunguran Utara. Terbukti, hanya dalam kurun waktu tiga hari sejak posko sedekah dibuka, panitia telah berhasil menghimpun sebanyak 170 kilogram beras.
Kepala KUA Bunguran Utara menyatakan bahwa perolehan ini merupakan sinyal positif atas tingginya kepedulian sosial di wilayahnya. Pihaknya optimis jumlah ini akan terus bertambah hingga penutupan posko pada Selasa mendatang.
"Insyaallah posko tetap kami buka hingga Selasa depan. Kami menargetkan setidaknya terkumpul 200 kilogram beras yang nantinya akan langsung disalurkan kepada mereka yang berhak," ujarnya.
Sasar Petugas Fardhu Kifayah dan Penggerak Surau
Berbeda dengan penyaluran bantuan sosial pada umumnya, Program SEBAKUL secara khusus didedikasikan bagi para tokoh yang telah berkhidmat menjaga syiar agama di tengah masyarakat.
Penerima manfaat program ini meliputi:
Imam dan Khatib.
Gharim, Nuje (Marbot), dan Muadzin Masjid serta Surau.
Petugas Fardhu Kifayah di seluruh wilayah Kecamatan Bunguran Utara.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan dan dukungan moril atas pengabdian tanpa pamrih yang dilakukan oleh para penjaga moral dan spiritual di desa-desa.
Kolaborasi dengan Program MASMANSUR
Rencananya, pendistribusian beras ini akan dilaksanakan secara berkelompok dan disinergikan dengan program keagamaan lainnya, yaitu Program Mari Semarakkan Masjid dan Surau (MASMANSUR).
Program MASMANSUR sendiri merupakan manifestasi lokal dari program nasional Kementerian Agama RI, yakni Gerakan Maghrib Mengaji. Dengan menggabungkan dua program ini, KUA Bunguran Utara berharap tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memperkuat ukhuwah islamiyah dan menghidupkan kembali tradisi memakmurkan rumah ibadah di waktu Maghrib.
Melalui SEBAKUL, KUA Bunguran Utara membuktikan bahwa inovasi tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi, namun bisa dimulai dari gerakan sederhana seperti "satu kilo beras" yang berdampak besar bagi keharmonisan umat.
Inovasi KUA Bunguran Utara: Lewat Program ‘SEBAKUL’, Puluhan Kilo Beras Terkumpul untuk Pegiat Syiar Agama
Admin Kemenag
Thursday, 14 May 2026
Dilihat 3 kali
Bagikan Berita:
Berita Terbaru Lainnya