KUA BUNGURAN TENGAH (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah menorehkan langkah nyata dalam mendukung transformasi pelayanan publik lewat penguatan program GEBRAKAN (Gerakan Pemberantasan Al-Qur'an). Aksi konkret tersebut sukses digelar di Surau Miftahul Huda, Desa Tapau, pada Senin (28/09/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting akselerasi program prioritas untuk merealisasikan komitmen Kemenag Berdampak bagi masyarakat. Kehadiran inovasi GEBRAKAN sekaligus membuktikan keberhasilan KUA Bunguran Tengah dalam menggeser stigma lama publik. Dari yang semula diidentikkan sebatas pelayanan pernikahan, kini KUA bertransformasi penuh menjadi motor penggerak literasi keagamaan inklusif.
Pemilihan Desa Tapau sebagai titik fokus gerakan didasarkan pada strategi jemput bola untuk menyentuh kebutuhan mendasar umat di tingkat akar rumput. Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaannya, KUA bersinergi erat dengan tokoh agama setempat guna memberikan bimbingan mengaji yang intensif dan berkala.
Program belajar membaca kitab suci ini disusun dengan metode yang adaptif agar ramah diikuti oleh warga lintas generasi, mulai dari usia anak-anak hingga kelompok lansia. Keberhasilan inovasi GEBRAKAN di Desa Tapau yang diinisiasi oleh Erial Lismana dan jajarannya ini diharapkan dapat langsung mengukuhkan komitmen Kementerian Agama yang kehadirannya kian dirasakan manfaat spiritual dan sosialnya di tengah masyarakat.