KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kehumasan di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) semakin memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan publik. Hal tersebut menjadi perhatian Tim Humas KUA Bunguran Barat yang mengikuti kegiatan “HUMAS KUA LEVEL UP” yang diselenggarakan Bimas Islam Kementerian Agama RI secara daring melalui Zoom Meeting dan live streaming kanal YouTube Bimas Islam Kemenag RI, Kamis (20/8).
Kegiatan peningkatan kompetensi tersebut menghadirkan pemateri yang kompeten di bidang kehumasan dengan membahas penguatan peran humas KUA, strategi komunikasi publik, branding kelembagaan, serta standar pembuatan konten pada media sosial instansi.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa KUA merupakan salah satu wajah Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat kecamatan. Karena itu, setiap informasi yang disampaikan KUA melalui media sosial harus mampu merepresentasikan identitas, profesionalitas, serta kualitas pelayanan lembaga.
“KUA adalah wajah Kementerian Agama di tingkat kecamatan. Karena itu, branding KUA harus kuat dan melekat di masyarakat. Apa yang kita tampilkan di media sosial akan menjadi salah satu gambaran bagaimana masyarakat melihat KUA, sehingga setiap informasi harus dikemas dengan baik, akurat, dan tetap mencerminkan identitas kelembagaan,” disampaikan dalam kegiatan HUMAS KUA LEVEL UP.
Materi juga menekankan bahwa kehumasan tidak lagi sebatas dokumentasi kegiatan. Humas dituntut mampu mengolah informasi menjadi konten yang informatif, edukatif, menarik, sekaligus memiliki nilai pelayanan publik.
Peserta turut mendapatkan pemahaman mengenai standarisasi konten kehumasan, termasuk hal-hal yang boleh dan tidak boleh dipublikasikan melalui media sosial instansi. Ketepatan informasi, etika, kepatutan, perlindungan data, serta kesesuaian dengan citra lembaga menjadi aspek yang perlu diperhatikan sebelum sebuah konten dipublikasikan.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai peningkatan kompetensi humas penting bagi KUA dalam mengikuti perkembangan komunikasi publik.
“Saya berharap Tim Humas KUA Bunguran Barat tidak hanya mampu mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga mampu menyampaikan setiap program dan pelayanan KUA dengan cara yang tepat, menarik, dan mudah dipahami masyarakat. Kita perlu terus belajar karena pola komunikasi masyarakat sudah berubah. Humas harus mampu menjadi jembatan yang membuat keberadaan dan pelayanan KUA semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Dela Pulda.
Menurutnya, publikasi yang dikelola dengan baik dapat membantu masyarakat mengetahui berbagai layanan dan program KUA sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap institusi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Tim Humas KUA Bunguran Barat untuk meningkatkan kualitas pengelolaan media sosial KUA. Publikasi diharapkan tidak berhenti sebagai arsip kegiatan, tetapi mampu menjadi jembatan komunikasi antara KUA dengan masyarakat.
Dengan mengikuti peningkatan kompetensi tersebut, Tim Humas KUA Bunguran Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan publikasi yang profesional, kreatif, informatif, dan bertanggung jawab, sehingga berbagai program dan pelayanan KUA dapat diketahui serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.