MTsN 1 NATUNA (HUMAS) --- Menyikapi musim kemarau
panjang yang melanda wilayah Kabupaten Natuna dalam beberapa waktu terakhir,
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Natuna menggelar pelaksanaan shalat Istisqa
(shalat memohon hujan). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta
tenaga kependidikan yang dilaksanakan dengan penuh khidmat di lapangan utama
madrasah, Selasa (07/04). Selain itu, kegiatan ini diinisiasi oleh Polsek
Bunguran Barat dan diikutsertakan oleh KUA Bunguran Barat.
Pelaksanaan shalat sunnah ini
merupakan respons spiritual atas kondisi kekeringan yang mulai berdampak pada
ketersediaan air bersih dan aktivitas masyarakat di sekitar Natuna khususnya Pulau
Sedanau. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana
pembelajaran kontekstual bagi para siswa mengenai tata cara shalat Istisqa
sesuai tuntunan syariat Islam.
Kepala MTsN 1 Natuna, Endang
Firdaus, dalam arahannya menyampaikan bahwa shalat Istisqa adalah bentuk
pengakuan hamba atas kelemahan di hadapan Allah SWT. Beliau mengajak seluruh
keluarga besar madrasah untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat, sebagaimana
disunnahkan sebelum melaksanakan shalat meminta hujan.
"Kita berkumpul di sini bukan
sekadar menjalankan rutinitas, tapi benar-benar memohon rahmat Allah agar hujan
segera diturunkan untuk membasahi bumi Natuna yang sedang kering,"
ujarnya.
Rangkaian ibadah dimulai dengan
pelaksanaan shalat dua rakaat secara berjamaah, diimami oleh Kyai Budi Nurhamid
serta diikuti dengan khutbah Istisqa oleh kepala madrasah. Dalam khutbahnya,
khatib menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam dan menjauhi kemaksiatan
yang dapat menghambat turunnya keberkahan dari langit.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan khusyuk. Seluruh jamaah tampak menengadahkan tangan, memohon agar kemarau segera berakhir dan berganti dengan hujan yang membawa manfaat bagi seluruh mahluk di Natuna. AIS