KUA Bunguran Timur (Humas) – Memasuki awal tahun baru Islam di bulan Muharram, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus aktif memberikan pendampingan spiritual kemasyarakatan. Pada Rabu (01/07/2026) siang mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Ustadzah Hj. Kholijah Manurung, hadir memimpin pelaksanaan Kajian Rutin Zikir dan Sholawat bersama jemaah Majelis Taklim Cinta Sholawat Natuna (MTCSN).
Kegiatan yang sarat akan syiar keagamaan ini dilaksanakan bertempat di kediaman Ketua MTCSN, Hj. Weliyani, yang beralamat di Jalan Hasan Ramli, Kelurahan Ranai. Momentum bulan suci Muharram ini dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana penguatan mental spiritual kaum ibu melalui pengangkatan tema kajian keislaman yang mendalam, yaitu "Di Bulan Muharram Perbanyaklah Muhasabah Diri".
Dalam uraian materi kajiannya, Kholijah Manurung menekankan bahwa bulan Muharram merupakan waktu yang sangat monumental bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri (muhasabah). Ia mengingatkan jemaah bahwa perpindahan tahun hijriah harus dimaknai sebagai titik balik untuk memperbaiki kualitas ibadah, hubungan antarmanusia, serta ketahanan moral di dalam keluarga masing-masing demi menggapai keberkahan hidup.
Suasana khidmat dan penuh kebersamaan sangat terasa sepanjang berjalannya acara, di mana seluruh jemaah kaum ibu tampil kompak mengenakan seragam pakaian hitam dipadu dengan jilbab berwarna ungu. Selain fokus pada pengayaan rohani melalui zikir dan selawat bersama, keakraban antaranggota majelis taklim juga semakin dipererat dengan tradisi membawa kue secara mandiri oleh masing-masing jemaah untuk dinikmati bersama pascakajian selesai.
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi majelis taklim yang konsisten mengawal pembinaan umat di wilayah Natuna.
"Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terus terjalin antara Penyuluh KUA Bunguran Timur dengan Majelis Taklim Cinta Sholawat Natuna. Peringatan Muharram dengan menitikberatkan pada aspek muhasabah diri adalah langkah edukasi yang sangat tepat. Kami berharap melalui publikasi rilis berita ini, semangat untuk terus berbenah dan meningkatkan ketakwaan dapat menular kepada majelis-majelis taklim lainnya," pungkas Asnawi.