KUA Bunguran Utara (Humas) --- Komitmen untuk melahirkan generasi muda yang religius dan fasih melantunkan Al-Quran terus digelorakan di kawasan perbatasan. Langkah nyata ini diwujudkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Utara melalui program bimbingan keagamaan berkala bagi remaja yang tergabung dalam kelompok Mutiara Tilawah.

Pada Selasa (2/6/2026), Nur Azizah Binti Muhammad Yakub selaku Penyuluh Agama Fungsional KUA Bunguran Utara, kembali menggelar sesi latihan rutin. Bertempat di sekretariat kelompok, fokus pelatihan kali ini difokuskan pada penguasaan berbagai variasi irama seni membaca Al-Quran (tilawah).

Suasana khusyuk begitu terasa saat anak-anak peserta binaan menyerap setiap materi dengan penuh perhatian. Dengan penuh kesabaran, Nur Azizah menuntun mereka menguasai teknik pengaturan napas, transisi nada, hingga cara menghayati makna ayat yang dibaca. Hasilnya pun terlihat jelas; antusiasme tinggi para santri berbuah kemampuan mempraktikkan keragaman irama secara harmonis dan menawan.

Nur Azizah mengaku sangat bersyukur melihat lompatan progres yang ditunjukkan oleh anak-anak didiknya. Ia mengakui bahwa melatih seni tilawah kepada usia muda menuntut kesabaran yang besar, namun ketekunan mereka kini mulai memperlihatkan hasil positif.

"Alhamdulillah, perkembangan anak-anak luar biasa. Hari ini transisi antar-irama sudah terdengar semakin fasih dan indah. Melalui seni tilawah, target kita bukan sekadar kelantangan suara yang merdu, melainkan bagaimana menumbuhkan rasa cinta yang kuat pada Al-Quran sejak usia dini," ungkap Nur Azizah di sela kegiatan.

Prestasi nyata dari program binaan KUA Bunguran Utara ini pun sudah terbukti di tengah masyarakat, khususnya bagi warga wilayah Kelarik.

Kelompok Mutiara Tilawah kini rutin dipercaya untuk mengisi berbagai acara formal maupun peringatan hari besar keagamaan di Kelarik. Kehadiran mereka sebagai pelantun ayat suci Al-Quran di pembuka acara kerap mengundang decak kagum serta apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, sekaligus menambah kesakralan jalannya acara.

Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Utara turut melayangkan apresiasi dan dukungan penuh atas dedikasi para penyuluh di lapangan. Ia berharap keberadaan Mutiara Tilawah mampu memotivasi desa-desa lain di wilayah Bunguran Utara untuk menggalakkan tradisi mengaji, sekaligus menjaring qari dan qariah berbakat dari beranda utara Nusantara.