KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Menikah bukan hanya tentang kesiapan melangsungkan akad, tetapi juga kesiapan menjalani kehidupan bersama setelahnya. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi pasangan calon pengantin dari Desa Batubi Jaya yang digelar di KUA Bunguran Barat, Senin (21/9).
Kegiatan diikuti satu pasangan calon pengantin dengan menghadirkan tiga fasilitator KUA Bunguran Barat, yakni Hariswati Rachmadani Putri, Harjono, dan Aris Munandar. Bimwin menjadi ruang pembekalan bagi calon pengantin untuk mempersiapkan diri secara pengetahuan, mental, maupun keterampilan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Dalam bimbingan tersebut, calon pengantin diberikan pemahaman bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan kesiapan menghadapi berbagai dinamika. Salah satunya adalah kemampuan mengelola perbedaan dan konflik secara sehat agar persoalan tidak berkembang menjadi pertengkaran berkepanjangan.
“Konflik dalam rumah tangga adalah sesuatu yang mungkin terjadi karena suami dan istri memiliki latar belakang, kebiasaan, dan cara berpikir yang berbeda. Yang perlu dipersiapkan bukan bagaimana menghindari semua konflik, tetapi bagaimana menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik, saling mendengarkan, tidak saling merendahkan, dan mencari solusi bersama,” ujar Putri.
Selain pengelolaan konflik, calon pengantin juga diarahkan untuk memahami pentingnya komunikasi dan pembagian peran dalam keluarga. Keterbukaan mengenai harapan, tanggung jawab, kondisi ekonomi, serta kehidupan setelah menikah menjadi bagian dari kesiapan yang perlu dibicarakan sejak sebelum akad.
“Persiapan pernikahan tidak berhenti pada kesiapan administrasi dan pelaksanaan akad. Pasangan perlu mempersiapkan kesiapan mental, komunikasi, ekonomi, kesehatan, serta pemahaman tentang hak dan kewajiban masing-masing. Dengan persiapan yang matang, pasangan memiliki bekal yang lebih baik untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” lanjut Harjono.
KUA Bunguran Barat melalui Bimwin berperan memberikan pembinaan dan edukasi kepada calon pengantin agar mereka tidak hanya siap secara administratif untuk menikah, tetapi juga memiliki bekal dalam menjalani kehidupan keluarga. Pendekatan pembinaan dilakukan dengan membuka ruang dialog sehingga calon pengantin dapat memahami persoalan rumah tangga secara lebih realistis dan mempersiapkan langkah penyelesaiannya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KUA Bunguran Barat dalam memperkuat pembinaan kehidupan keluarga di masyarakat. Melalui Bimwin, KUA mendorong lahirnya pasangan yang memiliki kesiapan dan pemahaman yang memadai sebagai fondasi menuju keluarga yang harmonis, mandiri, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.