KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Membangun generasi unggul tidak cukup hanya melalui pendidikan akademik, tetapi juga memerlukan pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan sosial yang terus berkembang. Berangkat dari komitmen tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat terus mengintensifkan pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai sarana pembinaan generasi muda di lingkungan pendidikan. Hingga Triwulan II Tahun 2026, sebanyak 229 pelajar dari lima sekolah di wilayah kerja KUA Bunguran Barat telah mengikuti program tersebut.

 

Pelaksanaan BRUS dilaksanakan secara bertahap sepanjang Mei 2026, yakni pada 4 Mei 2026 di MTs Negeri 1 Natuna, 8 Mei 2026 di SMA Negeri 1 Bunguran Barat, 22 Mei 2026 di SMK Negeri 1 Bunguran Barat, serta pada 25 Mei 2026 di SMA Negeri 1 Batubi dan SMK Negeri 2 Bunguran Barat. Kegiatan berlangsung secara tatap muka dengan melibatkan kepala sekolah, majelis guru, Kepala KUA Bunguran Barat, fasilitator BRUS dari KUA Bunguran Barat, Tim Humas KUA Bunguran Barat, serta para siswa sebagai peserta utama.

 

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa BRUS merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama dalam mendampingi remaja agar mampu mengenali potensi diri, mengembangkan karakter positif, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai dinamika kehidupan. "Remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter seseorang. Melalui BRUS, kami ingin membantu para pelajar agar mampu mengaktualisasikan diri secara positif, baik sebagai anak dalam keluarga, sebagai pelajar di lingkungan sekolah, maupun sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial dan moral," ujarnya.

 

Menurutnya, keberadaan BRUS sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini yang dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pengaruh media sosial, pergaulan bebas, rendahnya literasi digital, hingga berbagai persoalan yang dapat memengaruhi perkembangan karakter generasi muda. Karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi kebutuhan penting agar remaja memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan keagamaan.

 

Wilayah kerja KUA Bunguran Barat yang meliputi Kecamatan Bunguran Barat dan Kecamatan Bunguran Batubi memiliki total 17 satuan pendidikan jenjang SLTP sederajat dan SLTA sederajat, terdiri atas 13 sekolah di Kecamatan Bunguran Barat dengan jumlah siswa sebanyak 585 orang dan 4 sekolah di Kecamatan Batubi dengan jumlah siswa sebanyak 254 orang. Dari jumlah tersebut, hingga Triwulan II Tahun 2026 program BRUS telah menjangkau lima sekolah dengan total peserta terbina sebanyak 229 siswa.

 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan, diskusi interaktif, berbagi pengalaman, serta sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Materi yang disampaikan mencakup pengembangan karakter, perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi remaja, penggunaan media sosial secara bijak, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta moderasi beragama.

 

Melalui pendekatan tersebut, para pelajar tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga didorong untuk meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, keterampilan bersosialisasi, serta kesadaran terhadap peran dan tanggung jawab mereka di lingkungan sekitar.

 

KUA Bunguran Barat meyakini bahwa sekolah merupakan mitra strategis dalam pembinaan generasi muda karena menjadi ruang yang paling efektif untuk menjangkau remaja secara langsung. Oleh karena itu, sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan akan terus diperkuat guna memperluas jangkauan program BRUS ke seluruh sekolah yang berada di wilayah kerja KUA Bunguran Barat. 


Melalui program ini, KUA Bunguran Barat berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan bangsa.