KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Upaya mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah terus dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA)  Bunguran Barat melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (22/6) di Balai Nikah KUA Bunguran Barat dan diikuti oleh dua pasang calon pengantin asal Kelurahan Sedanau.

Bimbingan perkawinan tersebut menghadirkan tiga fasilitator bersertifikat, yakni Hariswati Rachmadani Putri, Harjono, dan Aris Munandar. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif terkait berbagai aspek kehidupan rumah tangga yang menjadi bekal penting sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Pelaksanaan Bimwin merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga sejak sebelum akad nikah dilaksanakan. Melalui program ini, calon pengantin tidak hanya diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari.

Materi yang disampaikan mengacu pada silabus resmi Bimbingan Perkawinan Kementerian Agama, meliputi pengelolaan konflik dalam keluarga, komunikasi yang sehat antara pasangan, perencanaan ekonomi rumah tangga, kesehatan reproduksi, hingga upaya membangun ketahanan keluarga yang harmonis dan berkelanjutan.

Para fasilitator menyampaikan materi dengan pendekatan yang interaktif dan kontekstual sehingga mudah dipahami oleh peserta. Berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari turut dibahas untuk membantu calon pengantin memahami tantangan yang mungkin dihadapi setelah menikah.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, mengatakan bahwa bimbingan perkawinan memiliki peran penting dalam mempersiapkan pasangan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Menurutnya, pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga merupakan proses membangun sebuah keluarga yang membutuhkan kesiapan mental, emosional, sosial, dan spiritual.

“Melalui Bimbingan Perkawinan, kami ingin memastikan bahwa calon pengantin memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Ketahanan keluarga harus dibangun sejak awal melalui pemahaman yang baik tentang komunikasi, pengelolaan konflik, perencanaan keuangan, serta tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga yang harmonis. Inilah salah satu ikhtiar KUA dalam mendukung terwujudnya keluarga berkualitas dan generasi yang unggul,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan. Diskusi dan tanya jawab yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme calon pengantin untuk memahami berbagai persoalan yang berpotensi muncul dalam kehidupan berkeluarga.

Melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Bunguran Barat berharap para calon pengantin memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, pasangan diharapkan mampu membangun keluarga yang harmonis, mengelola permasalahan secara bijak, serta menjadi fondasi lahirnya generasi yang sehat, berkualitas, dan berakhlak mulia.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Program Bimwin menjadi salah satu bentuk nyata komitmen KUA Bunguran Barat dalam melakukan pembinaan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan perceraian dan penguatan ketahanan keluarga di tengah masyarakat.