KUA Bunguran
Barat (HUMAS) – Staff Kantor
Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat mewakili Kepala KUA, turut menghadiri Apel
Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Bunguran
Barat, Senin (27/4/). Kehadiran unsur KUA dalam apel ini menegaskan bahwa
kesiapsiagaan bencana bukan hanya persoalan teknis evakuasi, melainkan juga
bagian dari pembinaan umat dalam aspek kemanusiaan.
Apel yang
dipimpin langsung oleh Camat Bunguran Barat ini dihadiri oleh berbagai unsur
penting, mulai dari staf kecamatan, Lurah, TNI/Polri, Unit Kerja Satuan
Pelayanan Farmasi (UKSPF), hingga jajaran kepala lembaga dan instansi lintas
sektor. Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel serta peralatan
evakuasi guna menghadapi potensi ancaman bencana di wilayah pesisir.
Camat
Bunguran Barat dalam arahannya menekankan bahwa membangun budaya sadar bencana
memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, relawan, dan seluruh elemen
masyarakat. Hal ini senada dengan misi KUA dalam memberikan edukasi kepada umat
agar memiliki ketahanan mental dan kepedulian sosial saat situasi darurat
terjadi.
Staff KUA
Bunguran Barat, Aris Munandar, yang hadir di tengah barisan instansi vertikal,
menyatakan bahwa pihaknya memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan
mitigasi bencana melalui bahasa agama. Menurutnya, masjid dan majelis taklim
dapat menjadi pusat informasi dan penguatan kapasitas masyarakat.
"Kami di KUA memandang bahwa menjaga keselamatan
jiwa (Hifdzun Nafs) adalah
perintah agama yang utama. Melalui penyuluh agama, kami akan terus menyelipkan
pesan-pesan kewaspadaan bencana dalam setiap pembinaan umat, agar masyarakat
tidak hanya siap secara fisik, tapi juga memiliki mentalitas yang tenang dan
tangguh saat menghadapi ujian alam," ujar staff KUA Bunguran Barat di sela-sela kegiatan.
Kegiatan
yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan simulasi singkat koordinasi
antarinstansi. Diharapkan, melalui momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana ini,
koordinasi antara KUA dan instansi lainnya semakin solid, terutama dalam
menggerakkan tokoh agama untuk menjadi pelopor keselamatan di lingkungan
masing-masing.