KUA Bunguran Timur (Humas) – Penyaluran
nilai-nilai edukasi keagamaan secara mendalam dan menyentuh aspek mendasar
kehidupan manusia terus dijalankan secara istikamah oleh jajaran dinas
keagamaan hingga ke wilayah pelosok. Pada Jumat (10/07/2026) siang, Penyuluh
Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur hadir memenuhi
undangan tokoh masyarakat untuk mengisi agenda pengajian rutin pasca-salat Jumat
di Masjid An-Nur, Singgang Bulan.
Kegiatan bimbingan rohani yang berlangsung tertib
mulai pukul 13.30 sampai dengan 15.30 WIB ini dihadiri secara antusias oleh
puluhan jemaah setempat. Di hadapan para jemaah, penyuluh KUA membawakan materi
kajian keislaman yang sangat substantif dan sarat akan renungan eskatologis,
yaitu mengupas tema mengenai "Menyambut Kematian".
Dalam untaian tausiahnya, penyuluh mengajak jemaah secara persuasif untuk merestrukturisasi atau mengubah cara pandang (mindset) mereka terhadap fase kematian. Kematian tidak boleh dipandang secara pasif dan ketakutan sebagai akhir perjalanan yang tabu untuk dibicarakan, melainkan harus dipahami sebagai pintu gerbang kepastian yang mutlak dilalui oleh setiap makhluk bernyawa, sehingga wajib dipersiapkan bekal amal ibadahnya secara sadar dan aktif.
Lebih lanjut, substansi dakwah ditekankan pada
fungsi strategis mengingat mati (dzikrul maut) sebagai mesin penggerak
motivasi (stimulan) di dalam diri manusia. Melisya memaparkan bahwa
dengan sering mengingat kematian, seorang muslim akan terdorong untuk
menyegerakan tobat nasuha atas segala kekhilafan, meningkatkan kedisiplinan
ibadah fardu, serta memperbanyak investasi amal jariyah selagi masih diberikan
hembusan umur oleh Allah SWT. Cara pandang yang lurus terhadap kematian akan
melahirkan sifat qana'ah, membersihkan hati dari ketamakan duniawi,
serta memotivasi manusia untuk konsisten menebar kebaikan kepada sesama
makhluk.
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur,
Asnawi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kedalaman dan ketepatan pemilihan
materi dakwah yang disampaikan oleh jajarannya di lapangan tersebut.
"Materi pembinaan mengenai menyambut
kematian ini memiliki daya gedor spiritual yang sangat kuat untuk menyadarkan
batin manusia dari kelalaian duniawi yang fana. Kami di KUA Bunguran Timur
berharap, melalui publikasi rilis informasi keagamaan yang sarat edukasi ini,
masyarakat Singgang Bulan dan jemaah luas dapat ikut termotivasi untuk
senantiasa mengevaluasi diri, memperbaiki kualitas ketakwaan sehari-hari, serta
menyeimbangkan porsi persiapan bekal akhirat demi menggapai keselamatan hidup
di dunia maupun di akhirat kelak," pungkas Asnawi menutup keterangannya.