Kemenag Natuna (HUMAS) --- Jarak geografis di tapal batas utara nusantara tak menyurutkan langkah aparatur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna untuk terus berbenah. Sebanyak sembilan aparatur sipil negara (ASN) memaparkan proposal inovasi dalam agenda Pemilihan Agen Perubahan Tahun 2026 di Aula Lantai II Kantor Kemenag Natuna, Kamis, 8 Oktober 2026.

Forum ini bukan sekadar seremoni pemenuhan administrasi Zona Integritas (ZI). Sejak pagi, suasana aula riuh oleh adu gagasan konkret yang menyentuh langsung perbaikan layanan keagamaan di wilayah kepulauan.

Kepala Kantor Kemenag Natuna, Subadi, menegaskan bahwa predikat agen perubahan menuntut keteladanan nyata di lapangan, bukan sekadar gelar di atas kertas.

"Agen perubahan harus mampu menjadi lokomotif. Tugas utamanya bukan hanya bekerja baik sendirian, melainkan menarik dan mengajak rekan kerja lain untuk bergerak bersama melayani masyarakat," kata Subadi dalam arahannya di hadapan seluruh pegawai.

Subadi juga mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi ZI secara berkala agar pengumpulan bukti kinerja (eviden) tidak menumpuk di akhir triwulan keempat. Menurutnya, tata kelola yang rapi merupakan fondasi utama agar kerja-kerja Kemenag benar-benar memberi dampak yang dirasakan publik.

Ketua Tim Penilai, Rif’ah, menambahkan bahwa penilaian bertumpu pada integritas dan kemanfaatan program bagi publik. "Kita memilih dengan hati nurani setelah menyimak setiap inovasi. Pilihlah figur yang mengamalkan lima nilai budaya kerja Kemenag dan siap menjadi teladan," tuturnya saat membuka sesi pemaparan.

Sembilan kandidat tampil menyodorkan terobosan beragam, mulai dari penguatan tata kelola berbasis digital hingga pemanfaatan kearifan lokal khas Natuna:

1.    Said Shodiq – BEDELAU

2.    Hermanto Simanjuntak – CERAH

3.    Rif'ah– SIPATUH

4.    Karningsih – Bincang Pegawai (Bina, Cerdas, dan Tanggap)

5.    Mat Nuh – PEKA

6.    Sutrimo – Ikan Salai SPD

7.    Tengku Ramli – ARSIPENA

8.    Raja Toni – Optimalisasi Lingkup Hasil Kerja Seksi Bimas Islam

9.    Rinaldi – Akselerasi Digitalisasi dan Perencanaan Berbasis Data

Sorotan menarik muncul dari penamaan inovasi yang membumi, seperti BEDELAU—istilah Melayu yang bermakna elok dan gemilang—hingga Ikan Salai SPD, yang meminjam nama olahan khas laut Natuna sebagai akronim layanan. Pendekatan ini mencerminkan semangat ASN di pulau terluar untuk menghadirkan birokrasi yang dekat, hangat, dan solutif bagi warga.

Melalui seleksi ini, Kemenag Natuna menargetkan terpilihnya figur teladan yang mampu mempercepat reformasi birokrasi sekaligus memastikan setiap rupiah anggaran dan jam kerja aparatur bermuara pada satu tujuan: kemaslahatan umat.