KUA Bunguran Timur (Humas) --- Memasuki fase krusial sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan 1447 H, jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna mengikuti kajian keagamaan intensif guna memperkuat etos kerja dan spiritualitas. Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Muda Agama Islam KUA Bunguran Timur, Kholijah Manurung, sebagai narasumber di Surau Istiqomah, Bukit Arai, Jumat (13/3/2026).
Kajian yang dimulai pukul 08.30 WIB ini mengangkat tema sentral "Amalan 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan". Materi ini menjadi pengingat penting bagi para aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan menjalankan tugas pelayanan publik di penghujung bulan puasa.
Dalam penyampaiannya, Kholijah Manurung menekankan bahwa sepuluh hari terakhir merupakan momentum "emas" untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar. Beliau mengajak para pegawai Pemkab Natuna untuk memaksimalkan amalan-amalan utama seperti memperbanyak istighfar, memperdalam tilawah Al-Qur'an, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah.
"Bagi seorang pegawai, akhir Ramadhan bukan berarti mengendurkan semangat. Justru inilah saatnya kita membuktikan kesalehan ritual yang sejalan dengan kesalehan sosial dalam melayani masyarakat," ujar Kholijah di hadapan para jamaah.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan perkantoran Bukit Arai ini disambut positif oleh para pegawai yang hadir. Selain sebagai sarana tholabul ilmi, majelis ini juga menjadi ruang silaturahmi untuk mempererat ukhuwah antar-instansi di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Natuna.
Sinergi antara KUA Bunguran Timur dan instansi pemerintah daerah ini diharapkan dapat membentuk karakter ASN yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga memiliki integritas moral dan kedalaman spiritual yang kuat.
Redaksi: Mustaqim