KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus mengintensifkan bimbingan mental spiritual di tingkat kelurahan dan desa. Pada Sabtu (20/06/2026) pagi pukul 09.00 WIB, Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Kholijah Manurung, hadir memberikan pembinaan keagamaan bagi jemaah pengajian Al-Husna di wilayah Air Mulung, Desa Sungai Ulu.

Pertemuan berkala yang dihadiri oleh puluhan jemaah kaum ibu ini dilaksanakan di kediaman salah satu anggota jemaah setempat. Jika pada pekan-pekan sebelumnya agenda rutin ini fokus diisi dengan kelas kajian tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur'an), pada momentum kali ini pihak KUA Bunguran Timur sengaja mengombinasikannya dengan penyampaian tausiyah khusus guna memberikan penyegaran wawasan keagamaan bagi jemaah.

Dalam kesempatan tersebut, Kholijah Manurung menyampaikan tausiyah mendalam dengan mengangkat tema "Hakikat Muharram dan Tahun Baru Hijriah". Ia menekankan bahwa esensi utama dari pergantian tahun baru Islam ini harus disikapi sebagai ruang berbenah dan sarana muhasabah (evaluasi total) terhadap lembaran amal yang telah dilalui pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Kholijah menjelaskan bahwa hakikat Muharram sebagai salah satu Asyhurul Hurum atau bulan yang disucikan Allah SWT membawa amanah bagi setiap muslim untuk menahan diri dari segala bentuk perbuatan maksiat dan kezaliman. Sebaliknya, bulan ini menjadi momentum terbaik untuk memulai lembaran baru dengan memicu semangat berhijrah secara konsisten (Hijratun Nafsiah), yaitu bermigrasi dari perilaku yang kurang baik menuju kualitas ketakwaan yang lebih kokoh.

Di samping itu, ia juga mengingatkan jemaah untuk mengoptimalkan keutamaan Muharram melalui amalan-amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Di antaranya adalah dengan memperbanyak ibadah puasa sunah di bulan Muharram, seperti puasa Tasu'a dan Asyura, serta mengimbangi perbaikan kualitas bacaan Al-Qur'an yang selama ini dipelajari dalam majelis tahsin dengan pengamalan maknanya di kehidupan sehari-hari.

"Tahun baru 1448 Hijriah adalah lembaran bersih yang diberikan Allah SWT kepada kita. Melalui muhasabah diri pagi ini, mari kita pasang niat yang kuat untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia. Belajar tahsin yang kita lakukan setiap pekan harus menjadi wasilah agar akhlak dan ibadah kita juga semakin baik dan tartil di tahun yang baru ini," urai Kholijah di hadapan jemaah Al-Husna.

Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan dukungan penuhnya atas fleksibilitas metode pembinaan yang dilakukan oleh para penyuluhnya di lapangan.

"Kami sangat mengapresiasi inovasi pendekatan pembinaan dari para penyuluh KUA. Penggabungan materi tahsin dengan ulasan tausiyah yang kontekstual seperti hakikat Muharram ini sangat efektif untuk menjaga ritme semangat jemaah. Melalui rilis berita yang memuat isi materi keagamaan secara naratif ini, kami berharap syiar Islam dan ilmu yang disampaikan di Air Mulung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," tutur Asnawi.

Agenda pengajian rutin sabtu pagi tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan serta keberkahan seluruh jamaah Pengajian Al Husna.