KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program nasional syiar Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Pada Ahad (06/09/2026) siang mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB, Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Hj. Kholijah Manurung, S.Ag., memimpin langsung pembacaan shalawat dan zikir Kitab Dalā'il al-Khayrāt secara berjemaah yang bertempat di kediamannya di Pering Utara, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur.

Kegiatan pembacaan kitab himpunan shalawat karya Imam Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli tersebut merupakan wujud nyata dukungan daerah terhadap Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan yang diinisiasi Kementerian Agama RI dalam rangka menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H (Blissful Mawlid 1448 H). Hal ini mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 6 Tahun 2026 yang menginstruksikan pembacaan dan khataman kitab secara serentak di berbagai wilayah Indonesia mulai 31 Agustus hingga 7 September 2026.

Lantunan zikir dan shalawat yang memasuki rangkaian pembacaan Bagian VII tersebut berjalan dengan penuh kekhusyukan dan rasa takzim. Dalam tausiyah pengantarnya, Kholijah Manurung menerangkan bahwa tradisi pembacaan Kitab Dalā'il al-Khayrāt merupakan ikhtiar spiritual untuk menghidupkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, meneladani kemuliaan akhlak beliau, sekaligus menjadi doa tolak bala dan permohonan keberkahan bagi bangsa dan negara. Gerakan selawat berjemaah di lingkungan permukiman warga ini diharapkan mampu mempererat tali ukhuwah islamiyah, melembutkan hati nurani, serta menghadirkan ketenteraman batin di tengah kehidupan bermasyarakat.

Secara terpisah, Kepala KUA Kecamatan Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dedikasi penyuluhnya yang merangkul warga secara langsung hingga tingkat rukun warga.

"Kami sangat mendukung pelaksanaan pembacaan Kitab Dalā'il al-Khayrāt yang dipimpin oleh Saudari Hj. Kholijah Manurung di Pering Utara. Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan ini bukan sekadar rutinitas membaca puji-pujian, melainkan ikhtiar kebangsaan untuk mengetuk pintu rahmat Allah SWT agar bangsa Indonesia, khususnya masyarakat di Kabupaten Natuna, senantiasa dilimpahi kerukunan, keselamatan, dan keberkahan," tutur Asnawi.

Majelis pembacaan shalawat dan zikir tersebut berlangsung tertib, khidmat, dan ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat serta kedamaian tanah air.