KUA Bunguran Tengah (HUMAS) --- Sinergi strategis antara Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA Bunguran Tengah secara resmi menghadirkan dukungan modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program inovasi "BERKAT" (Bunguran Tengah Berzakat). Acara penyerahan bantuan modal usaha produktif tersebut berlangsung di Aula Kantor KUA Bunguran Tengah hari ini, Kamis (29/10/2026).

Stimulus ekonomi dengan nominal bantuan sebesar Rp500.000 per pelaku usaha yang bersumber murni dari alokasi dana zakat ini disalurkan langsung kepada 3 pelaku UMKM terpilih di wilayah Kecamatan Bunguran Tengah. Langkah kolaboratif tersebut menjadi implementasi nyata dari program Pemberdayaan Ekonomi Umat berbasis revitalisasi KUA guna mendorong kemandirian finansial keluarga. Bantuan permodalan pada edisi ini difokuskan untuk unit usaha yang bergerak di bidang produksi aneka kue basah dan kering, serta sektor pengolahan pangan.

Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, menegaskan bahwa kehadiran program Inovasi "BERKAT" dirancang untuk menyentuh sektor usaha riil masyarakat di tingkat pedesaan agar mampu bertahan dan mandiri.

"Bantuan permodalan melalui program inovasi 'BERKAT' ini bukan sekadar skema bantuan sosial konsumtif yang habis sekali pakai, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Sinergi KUA dan UPZ hadir untuk memberikan modal stimulan bagi pedagang kecil dan usaha rumahan agar kapasitas produksi mereka meningkat dan usaha mereka dapat naik kelas," ujar Erial Lismana di sela-sela acara penyerahan.

Erial menambahkan bahwa intervensi ekonomi ini juga menjadi solusi preventif strategis dalam menjaga ketahanan keluarga, mengingat keterbatasan finansial kerap memicu keretakan rumah tangga. Melalui program inovasi "BERKAT" ini, KUA dan UPZ Bunguran Tengah berkomitmen mengakselerasi transformasi mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat) secara berkelanjutan.

Penyaluran dukungan modal usaha melalui program "BERKAT" ini diharapkan menjadi stimulus utama untuk mendongkrak omset dan produktivitas usaha kecil di Natuna, sekaligus menjadi motor penggerak pengentasan kemiskinan di tingkat kecamatan melalui optimalisasi dana umat yang terintegrasi.