KUA Bunguran Tengah (HUMAS) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah memperluas jangkauan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat hingga ke sektor fasilitas kesehatan. Aksi kalibrasi dan pengukuran arah kiblat secara mandiri di lingkungan UPTD Puskesmas Bunguran Tengah ini sukses dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Juli 2026
Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, menjelaskan bahwa sinergi lintas sektor ini penting untuk memastikan kenyamanan ibadah di fasilitas pelayanan publik. Melalui momentum fenomena Rashdul Qiblat atau Istiwa A'zam, petugas kesehatan didampingi langsung oleh pihak KUA untuk memverifikasi akurasi arah kiblat di musala maupun ruang perawatan pasien.
"Puskesmas adalah pusat pelayanan kesehatan yang padat aktivitas. Melalui sinergi kesehatan dan keagamaan ini, kita ingin memastikan pasien, keluarga pasien, maupun petugas medis dapat menjalankan ibadah salat dengan arah kiblat yang presisi dan mantap," ujar Erial Lismana.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, jalannya praktik kalibrasi di area gedung Puskesmas Bunguran Tengah ini berjalan ringkas dengan memperhatikan empat standar teknis:
- Objek Vertikal: Menggunakan tiang pancang yang dipastikan benar-benar tegak lurus di pelataran gedung puskesmas.
- Lantai Rata: Memilih area halaman semen yang datar dan tidak bergelombang.
- Waktu Akurat: Menyelaraskan waktu pada gawai petugas dengan acuan presisi dari BMKG.
- Garis Bayangan: Menarik garis lurus mengikuti jatuhnya bayangan matahari tepat pada waktu puncak pergeseran matahari di atas Ka'bah sesuai jadwal Kementerian Agama RI.
Kolaborasi ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran petugas kesehatan setempat. Melalui gerakan jemput bola ini, KUA Bunguran Tengah berhasil memastikan seluruh titik pelayanan publik, mulai dari tempat ibadah, madrasah, kantor pemerintahan, hingga fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Bunguran Tengah telah terkalibrasi dengan sempurna demi kesempurnaan ibadah umat.