KUA Bunguran Timur (Humas) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus memperkuat fungsi edukasi religi melalui pendampingan intensif kelompok binaan. Pada setiap hari Sabtu dan Minggu, Penyuluh Agama Islam Hj. Kholijah Manurung selalu hadir memimpin pertemuan rutin Pengajian Al Husna di Sihotang, Kelurahan Batu Hitam.
Pada Sabtu pag (4/4), pertemuan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB ini dikemas dalam nuansa Halal bi Halal pasca-Ramadan, namun tetap fokus pada agenda utama yaitu pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bagi lebih dari 20 jamaah tetap.
Sebagai pembina tetap Pengajian Al Husna, Kholijah Manurung dalam materi ceramahnya menekankan bahwa literasi Al-Qur'an adalah fondasi utama ibadah. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan momen silaturahmi ini sebagai titik balik untuk lebih tekun mengaji.
"Mengaji bukan sekadar mengeja huruf, melainkan upaya kita menjemput keberkahan hidup. Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Di Majelis Al Husna ini, kita tumbuh bersama, saling mengoreksi bacaan, dan memperdalam pemahaman agama. Konsistensi (istiqomah) dalam belajar inilah yang akan menjadi cahaya bagi keluarga kita," tutur Kholijah di hadapan para jamaah.
Kegiatan bimbingan rutin ini merupakan manifestasi nyata dari Layanan Bimbingan Masyarakat Islam yang dikelola oleh KUA Bunguran Timur. Dengan menempatkan penyuluh sebagai pembina tetap, KUA memastikan bahwa proses transformasi pengetahuan agama berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
"Layanan publik kami tidak hanya bersifat administratif di kantor, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan dasar keagamaan. Melalui bimbingan rutin Hj. Kholijah Manurung di Pengajian Al Husna, KUA hadir langsung untuk mengentaskan buta aksara Al-Qur’an di wilayah Batu Hitam," jelas kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi.
Program "jemput bola" ini diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas religiusitas warga Natuna, sekaligus memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan hak akses pendidikan agama yang layak dan berkualitas.