KUA Bunguran Timur (Humas) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur mengoptimalkan siaran radio publik untuk memperluas edukasi pengasuhan ramah anak berlandaskan nilai syariat di wilayah perbatasan. Kajian fajar tersebut mengudara melalui program Mutiara Subuh di studio RRI Ranai pada Rabu (28/10/2026) mulai pukul 05.30 WIB.

Dialog keagamaan ini menghadirkan narasumber Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Kholijah Manurung dengan topik mendidik anak dalam perspektif Islam. Pembahasan berfokus pada tanggung jawab moral orang tua dalam membentengi moral generasi penerus dari dampak negatif pergaulan bebas dan ketergantungan gawai.

Kholijah Manurung menguraikan bahwa anak merupakan amanah agung yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Metode pendidikan anak ditekankan berlandaskan keteladanan nyata orang tua (uswatun hasanah), pembiasaan adab sopan santun, serta kehangatan dialog di lingkungan keluarga.

Ia mengingatkan pentingnya menanamkan akidah dan kasih sayang sejak usia dini tanpa kekerasan verbal. "Mendidik anak bukan sekadar mencukupi kebutuhan fisik dan biaya sekolahnya, melainkan menanamkan akhlak mulia dan mengajarkan mereka mendirikan salat agar tumbuh menjadi penyejuk hati orang tua," tuturnya saat siaran mengudara.

Edukasi lintas frekuensi di waktu fajar ini menarik perhatian para pendengar setia di wilayah Bunguran Timur dan sekitarnya. "Pesan siaran subuh tadi sangat pas mengingatkan kami para orang tua untuk lebih sabar menasihati anak dan membiasakan salat berjemaah di rumah," ungkap seorang pendengar interaktif yang tersambung melalui panggilan telepon.