KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Upaya memperkuat ketahanan moral dan karakter generasi muda terus dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dilaksanakan di MAN 2 Natuna pada Jumat (12/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan kepada remaja agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan tim fasilitator dari KUA Bunguran Barat yang terdiri dari Hariswati Rachmadani Putri, Harjono, dan Aris Munandar. Kehadiran para fasilitator disambut antusias oleh siswa-siswi MAN 2 Natuna yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat.

 

Dalam sesi pembinaan, para peserta mendapatkan berbagai materi yang relevan dengan kehidupan remaja saat ini, mulai dari pengelolaan emosi, keterampilan komunikasi yang sehat dan efektif, hingga upaya membangun ketahanan diri dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat perkembangan karakter dan masa depan mereka.

 

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah kegiatan mind mapping. Melalui metode ini, para siswa diajak untuk lebih mengenal dan memahami diri mereka sendiri secara mendalam. Peserta diminta menuangkan berbagai hal yang berkaitan dengan ketakutan, kelemahan, kekuatan, motivasi, serta cita-cita yang ingin mereka raih di masa depan. Kegiatan ini bertujuan membantu remaja menyadari potensi diri, memahami tantangan pribadi, dan menyusun langkah-langkah positif untuk mencapai tujuan hidup mereka.

 

Dengan pendekatan yang interaktif, para fasilitator mendorong siswa untuk berani mengungkapkan pemikiran dan harapan mereka. Suasana diskusi berlangsung hangat dan partisipatif, sehingga para peserta dapat saling belajar dan memberikan dukungan satu sama lain.

 

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa pembinaan remaja merupakan salah satu investasi penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing.

 

“Remaja merupakan aset bangsa dan umat yang harus dipersiapkan dengan baik. Melalui kegiatan BRUS ini, KUA hadir untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan hidup, serta penguatan karakter agar para remaja mampu tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki visi yang jelas dalam merencanakan masa depannya,” ujarnya.

 

Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini memerlukan perhatian bersama dari keluarga, sekolah, dan pemerintah. Oleh karena itu, program BRUS hadir sebagai salah satu bentuk pendampingan yang bertujuan membantu remaja memahami potensi diri sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

 

Melalui kegiatan ini, KUA Bunguran Barat berharap siswa-siswi MAN 2 Natuna dapat menjadi generasi yang tangguh, mampu menyaring pengaruh negatif perkembangan zaman, serta memiliki kesiapan dalam merancang masa depan yang lebih baik. Selain itu, para peserta diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menebarkan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

 

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh interaksi. Antusiasme peserta yang aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengikuti sesi mind mapping menunjukkan tingginya minat remaja terhadap materi pembinaan yang diberikan. Hal ini menjadi indikator bahwa program BRUS memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki arah hidup yang jelas.