KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan sebagai sarana menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Bunguran Barat di Puskesmas Sedanau, Senin (23/6), dengan dukungan dan keterlibatan aktif Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan
1 Muharram 1448 H tersebut diikuti oleh 12 peserta yang berasal dari kalangan
pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di
wilayah Kelurahan Sedanau. Program ini bertujuan membantu masyarakat sekaligus
memperkuat syiar Islam melalui pelayanan sosial yang menyentuh langsung
kebutuhan warga.
Khitanan massal mendapat dukungan dari berbagai unsur
pemerintah dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bunguran Barat
beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Lurah Sedanau,
Ketua dan Pengurus PHBI Kecamatan Bunguran Barat, para donatur, tenaga
kesehatan Puskesmas Sedanau, serta orang tua dan wali peserta yang turut
mendampingi putra-putra mereka selama proses khitan berlangsung.
Keterlibatan KUA Bunguran Barat dalam kegiatan ini
merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui
program-program pembinaan dan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung.
Selain memberikan dukungan moril, KUA juga turut memperkuat sinergi lintas
sektor dalam menyukseskan kegiatan yang bernilai sosial dan keagamaan tersebut.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan
apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara PHBI, pemerintah kecamatan,
tenaga kesehatan, dan para donatur sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan
baik.
“Khitanan massal ini merupakan bentuk nyata
kepedulian bersama terhadap masyarakat sekaligus bagian dari syiar Islam yang
dilaksanakan dalam momentum Tahun Baru Hijriah. KUA akan terus mendukung
kegiatan-kegiatan sosial keagamaan yang memberikan manfaat langsung kepada
umat, karena pembinaan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui ceramah dan
penyuluhan, tetapi juga melalui aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan khitanan berlangsung dengan lancar,
tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para peserta tampak
antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan pendampingan tenaga medis yang
profesional, sementara para orang tua mengaku terbantu dengan adanya program
tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan,
kepedulian sosial, dan nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam peringatan
Tahun Baru Islam dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi yang
terbangun antara KUA, PHBI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat
juga diharapkan dapat melahirkan berbagai program pembinaan umat yang semakin
bermanfaat di masa mendatang.
Kegiatan khitanan massal ini menjadi salah satu bukti
bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai seremoni
keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan
menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas.