KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Rangkaian Safari Dakwah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan PHBI Kecamatan Bunguran Barat resmi ditutup di Surau Al Mukhlisin, Penyong, Kelurahan Sedanau, Rabu (2/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Bunguran Barat bersama unsur lintas sektoral dalam menghadirkan pembinaan keagamaan secara langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan dihadiri oleh pimpinan dan jajaran lintas sektoral Kecamatan Bunguran Barat, staf KUA Bunguran Barat serta jamaah Surau Al Mukhlisin. Bertindak sebagai pengisi materi sekaligus Kepala KUA Bunguran Barat, Ustaz H. Dela Pulda, yang menyampaikan ceramah tentang mewujudkan kedalaman kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya, Pulda mengajak jamaah memahami bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan maupun peringatan Maulid. Kecintaan tersebut harus diwujudkan melalui kepatuhan terhadap ajaran Islam dan pengamalan lima rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah SAW, maka kecintaan itu harus terlihat dalam kehidupan kita. Syahadat kita jaga, shalat kita tegakkan, zakat kita tunaikan, puasa kita laksanakan dan haji kita sempurnakan bagi yang mampu. Itulah di antara bentuk nyata kecintaan kita kepada Rasulullah,” ujar Pulda.
Salah satu penekanan utama dalam materi adalah kedudukan shalat sebagai bagian yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Jamaah diajak menjadikan shalat sebagai bentuk ketaatan sekaligus pembuktian kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Shalat adalah tiang agama. Karena itu jangan pernah menganggap shalat sebagai perkara kecil. Shalat menjadi pembeda antara seorang mukmin dan orang kafir. Ketika seseorang meninggalkan shalat secara terus-menerus, persoalannya bukan lagi sekadar meninggalkan kewajiban, tetapi menyangkut kedudukan keimanannya. Maka mari kita jaga shalat kita, karena di situlah salah satu bukti kesungguhan kita mengikuti Rasulullah SAW,” tegasnya.
Pulda juga mengingatkan jamaah bahwa momentum Maulid Nabi seharusnya menjadi ruang untuk melakukan refleksi terhadap kehidupan masing-masing. Mengenal Rasulullah SAW perlu diikuti dengan upaya menjalankan ajaran yang beliau bawa serta meneladani akhlak dan keteguhan beliau dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Bagi KUA Bunguran Barat, Safari Dakwah menjadi salah satu sarana strategis dalam menjalankan fungsi pembinaan umat. Kehadiran Kepala dan staf KUA di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan menjadi bentuk pelayanan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pemahaman dan pengamalan agama.
“KUA tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan administrasi keagamaan. Kami juga ingin hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pembinaan, mendengarkan dan bersinergi bersama unsur lainnya. Safari Dakwah ini menjadi salah satu ruang bagi kita untuk memperkuat hubungan KUA dengan masyarakat,” ungkap Pulda.
Safari Dakwah di Surau Al Mukhlisin sekaligus menjadi penutup dari seluruh rangkaian Safari Dakwah PHBI Kecamatan Bunguran Barat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Rangkaian kegiatan tersebut telah menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, tokoh agama, unsur pemerintah dan KUA dalam memperkuat pembinaan keagamaan di wilayah Kecamatan Bunguran Barat.
Melalui rangkaian tersebut, KUA Bunguran Barat terus mendorong agar peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai-nilai kecintaan kepada Rasulullah diharapkan dapat diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui penguatan ibadah, akhlak, kepedulian sosial serta hubungan yang baik di tengah masyarakat.
Penutupan Safari Dakwah berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian Safari Dakwah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus memperkuat komitmen KUA Bunguran Barat untuk terus hadir dalam pembinaan umat secara berkelanjutan di wilayah kerjanya.