KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Menjaga kesehatan di usia lanjut tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga membutuhkan ketenangan batin dan aktivitas yang membuat lansia tetap merasa berarti. Pesan tersebut disampaikan Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, saat mengisi pembinaan pada kegiatan Prolanis Klub Diabetes Melitus Ikan Tamban di Gedung Serba Guna Kecamatan Bunguran Barat, Rabu (16/9).
Kegiatan yang diikuti peserta Prolanis dan staf Puskesmas Sedanau tersebut mengangkat materi “Terapi Ibadah dan Spiritualitas Lansia”. Selain pembinaan keagamaan, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi dan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah dari Bank Indonesia (BI) serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi lansia.
Dalam materinya, Dela Pulda menjelaskan bahwa memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang harus berhenti beraktivitas. Lansia tetap dapat menjaga produktivitas melalui aktivitas sederhana yang sesuai dengan kemampuan fisik, sekaligus bernilai ibadah.
“Usia lanjut bukan alasan untuk berhenti menjadi pribadi yang produktif. Selama tubuh masih memungkinkan, lakukan aktivitas yang ringan dan bermanfaat, seperti berjalan santai, berkebun, membantu pekerjaan ringan di rumah, mengikuti kegiatan keagamaan, membaca Al-Qur’an, bersilaturahmi dan membantu orang lain. Aktivitas tersebut bukan hanya menjaga tubuh tetap bergerak, tetapi juga menjaga hati tetap hidup dan merasa bermanfaat,” ujar Pulda.
Ia juga mengingatkan agar aktivitas fisik lansia dilakukan secara wajar dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar, sedangkan ibadah dan kedekatan kepada Allah menjadi sumber ketenangan spiritual dalam menjalani masa lanjut usia.
“Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar. Lansia tidak perlu memaksakan diri melakukan aktivitas yang berat. Yang penting tubuh tetap bergerak sesuai kemampuan, pikiran tetap aktif, hati tetap tenang dan ibadah tetap dijaga. Ketika aktivitas fisik, ibadah dan silaturahmi berjalan bersama, insyaallah masa tua dapat dijalani dengan lebih bermakna,” lanjutnya.
Pulda juga mengajak peserta untuk menjadikan ibadah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan spiritual. Salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa dan bersilaturahmi dapat menjadi aktivitas yang membantu lansia menjaga ketenangan serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Bunguran Barat juga bertindak sebagai pembaca doa. Kehadiran KUA dalam kegiatan Prolanis menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan umat melalui pendekatan keagamaan yang menyentuh berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia.
Peran tersebut menunjukkan bahwa pembinaan umat oleh KUA tidak terbatas pada pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga hadir dalam ruang-ruang sosial masyarakat melalui penguatan nilai keagamaan, spiritualitas, keluarga dan kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, keterlibatan Puskesmas melalui layanan pemeriksaan kesehatan dan Bank Indonesia melalui edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah melengkapi kegiatan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Peserta tidak hanya memperoleh penguatan spiritual, tetapi juga mendapatkan edukasi kesehatan serta pemahaman mengenai pentingnya memperlakukan rupiah secara bijak.
Melalui sinergi tersebut, kegiatan Prolanis Klub Diabetes Melitus Ikan Tamban menjadi ruang bersama untuk mendorong lansia tetap menjaga kesehatan, memperkuat spiritualitas dan mempertahankan produktivitas sesuai kemampuan. KUA Bunguran Barat turut mengambil bagian dengan memberikan pembinaan keagamaan agar masa lanjut usia dapat dijalani dengan tetap aktif, bermakna dan dekat dengan nilai-nilai ibadah.