KUA Bunguran Timur (Humas) – Konsistensi pembinaan keagamaan dan penguatan ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat terus digelorakan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur. Mengawali agenda di bulan September, Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Ustadzah Hj. Kholijah Manurung, memimpin langsung agenda Pengajian Rutin Majelis Taklim Cinta Sholawat Natuna (MTCSN) pada Rabu (02/09/2026) siang mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai di Rumah Pengajian MTCSN.
Pengajian yang dihadiri kompak oleh jemaah dengan mengenakan busana seragam pakaian putih dan jilbab biru telur asin ini memusatkan kegiatan pada amalan zikir, shalawat, serta pembahasan rencana agenda akbar bertajuk "Gebyar MTCSN Bersholawat". Suasana khusyuk menyelimuti majelis saat bait-bait zikir dan lantunan shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW dilafalkan secara berjemaah untuk menenangkan jiwa dan memohon keberkahan daerah.
Dalam tausiyah dan arahannya, Kholijah Manurung memaparkan pentingnya memelihara keistiqamahan dalam bershalawat sebagai sarana meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat silaturahmi antarsesama jemaah. Terkait persiapan kegiatan Gebyar MTCSN Bersholawat, Kholijah mengajak seluruh pengurus dan jemaah untuk solid berkoordinasi, mengedepankan semangat gotong royong, serta menjadikan perhelatan syiar tersebut sebagai wadah merangkul masyarakat luas dalam gemuruh kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Secara terpisah, Kepala KUA Kecamatan Bunguran Timur, Asnawi, S.HI, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas kesinambungan program pembinaan umat tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi pembinaan berkelanjutan yang dijalankan Ustadzah Hj. Kholijah Manurung bersama jemaah MTCSN. Majelis zikir dan shalawat ini bukan hanya menjadi ruang menuntut ilmu, melainkan juga wadah persiapan kegiatan keagamaan yang positif. Kami mendukung penuh rencana Gebyar MTCSN Bersholawat sebagai sarana memperluas syiar Islam dan memperkokoh persatuan masyarakat di Kabupaten Natuna," tutur Asnawi.
Rangkaian pengajian rutin dan pembahasan teknis kegiatan tersebut berjalan lancar dan tertib, ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan jemaah, kelancaran rencana gebyar shalawat, serta kedamaian bagi wilayah Bunguran Timur.