KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus mengoptimalkan pelayanan pencatatan perkawinan dengan sistem jemput bola ke tengah masyarakat. Pada Rabu (09/09/2026) pagi pukul 09.30 WIB, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, memimpin langsung prosesi akad nikah di luar kantor (nikah bedol) bagi pasangan Tomi Alfiandi dan Anis Rahayu. Di hadapan wali nikah yang sah, saksi, dan keluarga besar, pengucapan ikrar ijab kabul berlangsung tertib, khidmat, dan dinyatakan sah menurut syariat Islam serta regulasi pencatatan perkawinan negara.

Seusai prosesi pengesahan, Asnawi menyampaikan pembekalan nasihat perkawinan yang berfokus pada pentingnya memelihara kesabaran dan keikhlasan dalam mengarungi biduk rumah tangga. Beliau menegaskan bahwa pernikahan adalah perjanjian yang sangat kukuh (mitsaqan ghalizha) di hadapan Allah SWT yang menuntut kedewasaan sikap dari kedua belah pihak. Dalam perjalanan hidup bersama, setiap pasangan pasti akan menjumpai perbedaan watak, latar belakang, dan pandangan, sehingga sikap saling memaafkan serta kemauan untuk mendengar menjadi kunci utama agar permasalahan tidak berlarut-larut. Suami dan istri diingatkan untuk senantiasa memegang teguh prinsip saling memuliakan (mu'asyarah bil ma'ruf), menjaga rahasia keluarga dari pihak luar, serta mendirikan tiang agama melalui salat berjemaah di rumah agar tercipta suasana batin yang tenang (sakinah), penuh limpahan cinta (mawaddah), dan senantiasa dirahmati Allah SWT (rahmah).

Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan ucapan selamat dan untaian doa bagi kedua mempelai.

"Alhamdulillah, prosesi ijab kabul pagi ini berjalan dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Kami berpesan agar kedua mempelai senantiasa menjadikan ketakwaan sebagai jangkar penguat rumah tangga. Semoga Allah SWT menganugerahi keberkahan rezeki, ketenteraman hati, dan kebahagiaan yang langgeng hingga yaumil akhir," tutur Asnawi.

Pelayanan diakhiri dengan penandatanganan berkas register akta nikah, penyerahan Buku Nikah resmi dari Kementerian Agama secara simbolis, dan sesi dokumentasi bersama keluarga besar.