KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Upaya meningkatkan kualitas pembinaan keluarga sejak usia remaja terus dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Barat. Salah satu personel KUA Bunguran Barat mengikuti Workshop Penyusunan Buku Panduan Bimbingan Pranikah Bagi Remaja bertema “Membangun Keluarga Sakinah untuk Generasi Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI), pada 4–5 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut
dilaksanakan secara luring di Hotel Sofyan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat,
serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh peserta dari
berbagai daerah. Workshop ini dihadiri oleh perwakilan organisasi
kemasyarakatan Islam, pendidik, orang tua, serta jaringan KPRK MUI dari seluruh
Indonesia.
Workshop digelar sebagai respons terhadap berbagai
tantangan yang dihadapi generasi muda dalam mempersiapkan kehidupan
berkeluarga. Mulai dari meningkatnya kecenderungan menunda pernikahan, fenomena
childfree, hingga masih ditemukannya praktik pernikahan usia muda yang
berisiko terhadap ketahanan keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya
penguatan edukasi dan bimbingan pranikah sejak usia remaja sebagai langkah
preventif dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya tahan.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyambut
positif keikutsertaan personelnya dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop
ini menjadi sarana penting untuk memperkaya wawasan dan memperbarui pendekatan
bimbingan perkawinan yang selama ini diberikan kepada masyarakat. "Workshop
ini sangat relevan dengan tugas dan fungsi KUA dalam membina ketahanan
keluarga. Materi yang diperoleh akan menjadi bekal berharga untuk memperkuat
dan memperbarui bahan bimbingan perkawinan, khususnya bagi remaja, sehingga
mereka memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang kesiapan membangun
keluarga sakinah," ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan
berbagai materi dari para pakar di bidang keislaman, kesehatan, psikologi,
komunikasi, dan sosial budaya. Materi tersebut meliputi fikih remaja dalam
mempersiapkan pernikahan, fenomena remaja masa kini, kesehatan reproduksi,
psikologi remaja, strategi komunikasi dengan remaja, serta internalisasi nilai
dan norma dalam bimbingan pranikah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir masukan
konstruktif dalam penyusunan buku panduan bimbingan pranikah bagi remaja yang
lebih kontekstual dan aplikatif. Selain itu, hasil workshop juga diharapkan
dapat menjadi referensi bagi KUA dalam mengembangkan program pembinaan keluarga
yang adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus mendukung terwujudnya generasi
yang siap membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah di masa depan.