KUA Bunguran Timur (Humas) --- Langkah
preventif dan strategis dalam menekan angka perselisihan domestik serta
meminimalkan angka perceraian dini terus dioptimalkan melalui penyelenggaraan
Bimbingan Perkawinan (Bimwin) mandiri. Kegiatan pembekalan pranikah ini
dilaksanakan secara tatap muka bertempat di lingkungan Kantor KUA Kecamatan
Bunguran Timur pada Selasa (07/07/2026).
Kegiatan pembekalan yang berlangsung intensif ini diikuti secara khusus oleh sepasang calon pengantin (catin) yang telah terdaftar secara resmi dan dijadwalkan akan melangsungkan akad pernikahan sakral mereka pada minggu kedua di bulan Juli 2026. Guna memastikan kualitas dan kedalaman materi yang disampaikan kepada peserta, bimbingan teologis dan konseling pranikah ini dipimpin langsung oleh Penghulu Ahli Pertama KUA Bunguran Timur, Rahmani.
Substansi materi bimbingan yang dibedah secara
mendalam oleh Rahmani berpusat pada pemahaman fikih munakahat dasar serta
penguatan psikologi keluarga sakinah. Catin diajarkan secara interaktif
mengenai pembagian hak dan kewajiban yang berkeadilan antara suami dan istri
sebagaimana diatur dalam hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Selain
itu, Rahmani secara khusus membedah materi manajemen konflik kontemporer,
memberikan tips praktis dalam mengelola komunikasi dua arah yang sehat untuk
menghindari kesalahpahaman akibat faktor ekonomi maupun perbedaan pola asuh
anak kelak.
Tidak hanya menyentuh aspek spiritual, penghulu
KUA ini juga menyelipkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi
keluarga, dan pencegahan stunting dari hulu. Hal ini menegaskan bahwa ketahanan
sebuah keluarga yang kokoh harus dipersiapkan dari tiga kesiapan utama, yaitu
kesiapan teologis (agama), psikologis (mental), serta biologis (kesehatan).
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur,
Asnawi, mendukung penuh intensifikasi pelaksanaan Bimwin mandiri format privat
ini sebelum hari H pernikahan dilaksanakan.
"Bimwin mandiri format privat ini sengaja
dirancang agar lebih interaktif, sehingga sepasang catin dapat leluasa
berkonsultasi mengenai potensi dinamika problematika yang kerap muncul di
tahun-tahun awal pernikahan. Melalui materi terstruktur yang disampaikan oleh
Saudara Rahmani, kami ingin memastikan bahwa pasangan yang akan menikah di
minggu kedua Juli ini tidak hanya siap secara fisik atau finansial seremonial
saja, melainkan memiliki visi keagamaan yang matang untuk merawat keutuhan
rumah tangga mereka dari berbagai badai kehidupan sosial," tegas Asnawi.
Agenda bimbingan yang berjalan interaktif selama
beberapa jam tersebut diakhiri dengan penyerahan sertifikat bimbingan
perkawinan sebagai salah satu kelengkapan administratif penting menjelang
pelaksanaan akad nikah mereka.