KUA BUNGURAN TENGAH (HUMAS) –Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Tengah gencar melaksanakan program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an bagi generasi muda di wilayah setempat. Langkah taktis yang berfokus pada penguatan pendidikan Al-Qur'an sejak usia dini ini dilaksanakan secara mandiri dan intensif melalui pembinaan mengaji kepada anak-anak bertempat di Masjid Jami' Baitul Muttaqin, Desa Harapan Jaya, pada Kamis (20/8/2026).
Program ini digulirkan sebagai respons nyata dari pihak KUA untuk membentengi moral anak-anak di tengah perkembangan zaman, sekaligus memastikan tidak ada lagi generasi muda di wilayah Bunguran Tengah yang tidak bisa membaca kitab suci.
Pembelajaran dilakukan dengan metode tatap muka yang interaktif dan humanis di dalam serambi masjid. Ustadz Moch Fandholi, yang merupakan staf KUA Bunguran Tengah, terjun langsung membimbing anak-anak secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga kelancaran membaca Al-Qur'an. Kegiatan ini sengaja menyasar anak-anak usia dini agar nilai-nilai luhur Al-Qur'an dapat tertanam kuat dalam ingatan dan karakter mereka sejak masa pertumbuhan.
Pihak KUA Bunguran Tengah berharap gerakan berkelanjutan ini mendapatkan dukungan penuh dari para orang tua dan seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Desa Harapan Jaya. Melalui penguatan pendidikan keagamaan yang masif ini, Bunguran Tengah ditargetkan mampu mencetak generasi masa depan yang religius, berakhlak mulia, dan sepenuhnya bebas dari buta aksara Al-Qur'an.
Hingga saat ini, kegiatan pembinaan mengaji oleh Ustadz Moch Fandholi di Masjid Jami' Baitul Muttaqin terus berjalan konsisten agar anak-anak di lingkungan desa dapat merasakan fasilitas pendidikan keagamaan yang merata dan bermutu.