KUA BUNGURAN TIMUR (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus mengintensifkan program pembinaan umat melalui peran aktif para penyuluh agama di lapangan. Pada Rabu siang (1/4), Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Kholijah Manurung, hadir memimpin pengajian rutin Majelis Taklim Cinta Shalawat Natuna.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman jamaah di wilayah Siman, Kelurahan Ranai Kota ini, dihadiri oleh lebih dari 50 jamaah yang antusias mengikuti rangkaian zikir dan edukasi keagamaan mulai pukul 12.30 hingga 15.30 WIB.

Dalam tausiyahnya yang bertajuk "Istiqomah Pasca-Ramadan", Kholijah Manurung menekankan bahwa keberhasilan ibadah puasa bukan diukur dari meriahnya perayaan Idul Fitri, melainkan pada perubahan perilaku setelah bulan suci berakhir.


"Ramadan adalah madrasah atau tempat kita ditempa. Tantangan sesungguhnya adalah saat kita keluar dari bulan tersebut. Istiqomah berarti tetap menjaga lisan, menjaga salat berjamaah, dan tetap gemar bersedekah meskipun Ramadan telah berlalu. Kita tidak ingin menjadi hamba yang hanya taat di satu bulan saja, tapi menjadi hamba yang konsisten (istiqomah) di sela kesibukan duniawi," papar Kholijah di hadapan para jamaah.

Ia menambahkan bahwa menjaga semangat Ramadan dalam keseharian adalah kunci ketenangan hati dan keharmonisan dalam keluarga maupun bermasyarakat.

Kehadiran penyuluh agama di tengah majelis taklim seperti ini merupakan bagian dari Layanan Bimbingan dan Penyuluhan Keagamaan yang menjadi tugas pokok KUA sesuai dengan regulasi Kementerian Agama. Layanan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi keagamaan yang moderat, valid, dan mencerahkan.

Melalui kegiatan jemput bola ke rumah-rumah pengajian di wilayah Siman, KUA Bunguran Timur berkomitmen untuk tidak hanya melayani urusan administrasi nikah di kantor, tetapi juga hadir sebagai pendamping spiritual masyarakat.