Kemenag Natuna (HUMAS) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna menggelar rapat evaluasi Capaian Kinerja (Capkin) komprehensif pada Kamis (16/4/2026), bertempat di Ruang Rapat Lantai 1. Pertemuan strategis yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Natuna, Subadi, ini tak sekadar membedah angka realisasi, namun juga fokus pada penajaman anggaran, transparansi fungsi pegawai, serta optimalisasi persiapan Pembangunan Zona Integritas (ZI).

Rapat yang dilaksanakan dalam beberapa sesi untuk memastikan efektivitas diskusi ini, dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, fungsional, dan staf di lingkungan Kemenag Natuna.

Dalam arahan pembukanya, Kepala Kantor Kemenag Natuna, Subadi, menegaskan bahwa rapat ini merupakan bagian vital dari komitmen instansi untuk mendukung Gerakan Transformasi Budaya Kerja. Ia menekankan pentingnya transparansi kerja yang terukur sesuai tugas dan fungsi (Tusi) masing-masing pegawai.

“Kita harus bergeser dari sekadar bekerja menjadi bekerja dengan tujuan yang jelas dan terukur. Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan transparansi dan akuntabilitas dapat berjalan dengan baik. Publik berhak tahu apa yang sudah dan sedang kita kerjakan,” ujar Subadi tegas.

Menurut Subadi, penyusunan rencana kinerja tahun ini harus didasarkan pada mandat yang presisi. Setiap pegawai diwajibkan memahami betul peta jalan pekerjaannya untuk menghindari tumpang tindih tanggung jawab.

“Prinsipnya jelas: Siapa melakukan Apa, pada Apa, dan Kapan dilakukan. Dengan formula ini, kita mempermudah pemilahan pekerjaan dan memperjelas tanggung jawab setiap Person in Charge (PIC),” imbuhnya.

Uji Petik Capaian PIC dan Penajaman Anggaran

Suasana rapat menjadi dinamis ketika masuk pada sesi paparan hasil capaian. Berbeda dari format laporan administratif biasa, dalam rapat kali ini setiap PIC unit kerja diminta memaparkan langsung progres, kendala, hingga inovasi yang telah dilakukan untuk dievaluasi bersama.

Proses paparan ini menjadi ajang "uji petik" transparansi kerja. Setiap detail kegiatan disandingkan dengan target yang telah ditetapkan dalam rencana kerja, membedah sejauh mana realisasi Tusi telah berdampak pada target kelembagaan.

Sejalan dengan evaluasi kinerja, Subadi juga menginstruksikan dilakukannya penajaman anggaran. Ia menuntut adanya efisiensi di segala lini, termasuk efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) operasional. Anggaran yang tersedia harus benar-benar dialokasikan untuk program-program prioritas yang memiliki dampak langsung dan signifikan bagi masyarakat serta layanan keagamaan.

Akselerasi Zona Integritas (ZI)

Agenda penting lainnya yang menjadi sorotan adalah progres Pembangunan Zona Integritas (ZI). Subadi menegaskan bahwa ZI bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan ruh dari reformasi birokrasi yang terus dikerjakan oleh Kemenag Natuna.

“ZI adalah komitmen harga mati untuk menciptakan pelayanan yang bersih dan melayani. Rapat ini juga mengevaluasi sejauh mana pokja-pokja ZI bergerak. Kita terus kerjakan perbaikan pada enam area perubahan agar mendapatkan hasil yang optimal dan pada akhirnya meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi),” jelasnya.

Rapat ditutup dengan perumusan beberapa poin kesimpulan strategis sebagai action plan. Seluruh pegawai diinstruksikan segera memetakan jadwal kerja spesifik berdasarkan formula Siapa-Apa-Kapan, menyusun laporan konsolidasi penajaman anggaran, serta bersiap menghadapi evaluasi mendadak terkait implementasi budaya kerja dan efisiensi operasional.