KUA Bunguran Barat
(HUMAS) – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan
masyarakat Kelurahan Sedanau untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan
mempererat ukhuwah Islamiyah. Hal tersebut terlihat dalam peringatan 1 Muharram
1448 H yang diselenggarakan di Surau An-Ni’mah, Kelurahan Sedanau, Jumat (19/6)
ba’da Isya.
Kegiatan yang berlangsung
khidmat tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan
(Forkopimcam) Bunguran Barat, Ketua dan Pengurus Panitia Hari Besar Islam
(PHBI), staf Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat, tokoh masyarakat, serta
jamaah Surau An-Ni’mah yang memadati lokasi kegiatan.
Peringatan Tahun Baru
Islam ini menjadi sarana refleksi bagi masyarakat untuk mengevaluasi perjalanan
hidup sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas keimanan dan
ketakwaan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan
tingginya semangat kebersamaan dalam menjaga syiar Islam di wilayah Bunguran
Barat.
Dalam tausiahnya, Ustaz
Mukhoroni mengajak jamaah menjadikan momentum hijrah sebagai titik awal
perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, makna hijrah tidak
hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah
ke Madinah, tetapi juga sebagai proses perbaikan diri yang harus terus
dilakukan oleh setiap Muslim.
Ia menjelaskan bahwa
terdapat beberapa aspek penting yang perlu menjadi perhatian dalam memaknai
hijrah pada masa kini. Pertama, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui
peningkatan kualitas ibadah, khususnya salat dan membaca Al-Qur’an. Kedua, memperbaiki
hubungan dengan sesama manusia melalui silaturahmi, saling menghormati, dan
menjaga persaudaraan.
Dalam kesempatan
tersebut, Ustaz Mukhoroni mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan
keluarga dan kerabat. Ia menegaskan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya
untuk mempererat tali silaturahmi dan menjauhi sikap yang dapat memutus
hubungan persaudaraan.
"Hijrah pada
hakikatnya bukan hanya berpindah tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah
SAW, tetapi berpindah dari keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih
baik. Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai momentum memperbaiki salat,
memperbanyak membaca Al-Qur'an, mempererat silaturahmi dengan sesama, serta
menjaga hati dan mencari rezeki yang halal agar kita dapat merasakan manisnya
ibadah kepada Allah SWT," ujar Ustaz Mukhoroni.
Selain itu, jamaah juga
diajak untuk memperbaiki hubungan dengan diri sendiri melalui upaya menjaga
kebersihan hati, memperbaiki niat dalam beramal, serta mencari rezeki yang
halal dan berkah. Menurutnya, hati yang bersih dan sumber penghasilan yang baik
akan menjadi jalan untuk merasakan kenikmatan dalam beribadah dan ketenangan
dalam menjalani kehidupan.
Suasana penuh perhatian
tampak selama tausiah berlangsung. Jamaah menyimak setiap materi yang
disampaikan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di tahun
baru Hijriah.
Melalui kegiatan ini,
diharapkan semangat hijrah tidak hanya menjadi tema peringatan semata, tetapi
benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kualitas
ibadah, penguatan silaturahmi, serta pembentukan pribadi yang lebih baik dan
bermanfaat bagi sesama.
Peringatan Tahun Baru
Islam 1448 Hijriah di Surau An-Ni’mah berlangsung dengan lancar dan penuh
kekhidmatan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata pembinaan
keagamaan yang terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kecamatan
Bunguran Barat.