KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi keagamaan masyarakat melalui program pendampingan yang berkelanjutan. Sepanjang akhir pekan, Sabtu dan Minggu (2-3/5), Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Kholijah Manurung, melaksanakan rangkaian pembinaan di beberapa kelompok pengajian guna memastikan layanan bimbingan spiritual menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan secara tersebar di wilayah kerja KUA Bunguran Timur. Pada hari Sabtu, bimbingan dipusatkan di Pering, Kelurahan Bandarsyah, serta dilanjutkan ke Majelis Taklim Raudhatul Jannah, Kelurahan Ranai Kota, pada pukul 14.00 hingga 15.30 WIB. Sementara itu, pada hari Minggu, kegiatan berlanjut di Sihotang, Kelurahan Batu Hitam, melalui agenda Pengajian Al Husna.

Fokus utama dalam pengajian di Al Husna adalah pemantapan Hukum Tajwid dan metode Sima’an, di mana penyuluh menyimak langsung bacaan para jamaah satu per satu guna memastikan pelafalan Al-Qur'an sesuai dengan kaidah makharijul huruf.

Sementara itu, pada pertemuan di Majelis Taklim Raudhatul Jannah, penyuluh memberikan kajian mendalam mengenai Fiqih Ibadah, khususnya Bab Sholat. Materi ini mencakup syarat sah, rukun, hingga gerakan dan bacaan sholat yang benar menurut syariat. "Penting bagi kita untuk memastikan bahwa ibadah harian, terutama sholat, dilakukan dengan ilmu yang benar. Melalui kajian fiqih dan perbaikan tajwid ini, kita berupaya menjaga kualitas ibadah kita di hadapan Allah SWT," ujar Kholijah.

Pendampingan lintas lokasi ini merupakan manifestasi dari fungsi Layanan Bimbingan Masyarakat Islam yang dikelola oleh KUA Bunguran Timur. KUA menegaskan bahwa pelayanan publik harus bersifat proaktif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, bahkan di hari libur sekalipun.

"Kami berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah pemukiman warga, baik itu di teras masjid maupun balai pengajian, guna memudahkan akses bimbingan spiritual. Dengan menyentuh berbagai titik seperti Pering, Sihotang, hingga pusat Ranai Kota, KUA hadir sebagai mitra belajar bagi umat untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Natuna yang literat Al-Qur’an dan paham akan syariat ibadah secara kokoh," pungkasnya.