Kemenag Natuna (HUMAS) --- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna bersiap mencatatkan sejarah baru dengan resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) pada 12 September mendatang. Langkah strategis ini disambut antusias sebagai lompatan besar dalam meningkatkan akses serta mutu pendidikan tinggi keagamaan di wilayah perbatasan utara Indonesia.

Kesiapan alih status tersebut dibahas tuntas dalam dialog interaktif di RRI Ranai pada Selasa pagi (8/9/2026), menghadirkan Rektor IAI Natuna, Umar Natuna, serta Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Rif'ah.

Rektor IAI Natuna, Umar Natuna, menegaskan bahwa transformasi kelembagaan ini mengusung visi utama menjadikan kampus sebagai pusat studi Islam yang mengembangkan khazanah Melayu menuju melayu kepribadian Asia Tenggara. Menurutnya, penguatan kelembagaan ini tidak sekadar memperluas pilihan bidang studi dari tujuh program sarjana yang ada menuju jenjang magister, melainkan merombak ekosistem mutu lulusan agar relevan dengan dinamika zaman.

"Kita bukan hanya siap pakai, tapi siap suai. Perkembangan dunia sangat dinamis, sehingga lulusan harus memiliki daya adaptasi tinggi," ujar Umar.

Ia menjelaskan, lulusan dipersiapkan melalui penguatan standar akademik dengan capaian IPK minimal 3,00, sekaligus dibekali keterampilan non-akademik di bidang kewirausahaan, nilai keagamaan, dan tamadun Melayu. Kesiapan ini ditopang oleh percepatan kualitas dosen, di mana seluruh tenaga pendidik berkualifikasi magister dan ditargetkan minimal dua orang meraih gelar doktor setiap tahun—dengan capaian lima doktor baru pada tahun ini.

Modernisasi pembelajaran juga diterapkan melalui sistem hybrid (60 persen tatap muka dan 40 persen daring) yang didukung peningkatan sarana-prasarana digital, serta perluasan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan KKN internasional ke Melaka dan Johor pada Oktober mendatang guna menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa bersaing di level global.

Dukungan penuh disampaikan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna. Kasubbag TU Kemenag Natuna, Rif'ah, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh civitas akademika dalam mewujudkan alih bentuk ini.

Rif'ah menggarisbawahi bahwa peningkatan jenjang kelembagaan harus berbanding lurus dengan kebermanfaatannya di tengah masyarakat. Kehadiran IAIN diharapkan tidak berhenti pada capaian akademis formal di ruang kuliah, melainkan mampu mengimplementasikan keilmuan secara nyata, sejalan dengan semangat Kemenag yang berdampak langsung bagi umat.

"Kehadiran IAIN membuka kesempatan besar bagi putra-putri Natuna untuk menempuh pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus keluar daerah. Kemenag siap memperkuat sinergi kelembagaan, baik melalui nota kesepahaman (MoU) dengan madrasah, pondok pesantren, hingga Kantor Urusan Agama (KUA), agar ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat diimplementasikan langsung untuk penguatan akhlak, karakter, dan moderasi beragama masyarakat," jelas Rif'ah.

Menutup dialog, Rif'ah berharap momentum alih bentuk pada 12 September ini menjadi energi baru bagi kemajuan pendidikan Islam di Natuna. Kemenag berkomitmen memberikan dukungan penuh sesuai kewenangan demi mencetak generasi unggul, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi bangsa.